www.paguyubanpulukadang.forumotion.net

myspace

2009 - 1430 H 

IndeksIndeks  ­PortalPortal  ­FAQFAQ  ­PencarianPencarian  ­AnggotaAnggota  ­GroupGroup  ­PendaftaranPendaftaran  ­LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Popularitas SBY Terganggu
Yesterday at 5:39 pm by Admin

» Anggodo Melenggang Bebas
Thu Nov 05, 2009 8:21 am by Admin

» Susno Mundur, Anggodo Ditahan
Wed Nov 04, 2009 5:42 pm by Admin

» Kapolri Harus Nonaktifkan Susno, Jaksa Agung Nonaktifkan Ritonga
Tue Nov 03, 2009 11:03 pm by Admin

» Langkah Konkret SBY Dinanti
Mon Nov 02, 2009 4:32 pm by Admin

» Tiga Solusi Diusulkan kepada Presiden
Mon Nov 02, 2009 7:59 am by Admin

» Rasa Keadilan Publik Terkoyak
Sat Oct 31, 2009 8:31 am by Admin

» Dalam 100 Hari, SBY Akan "Dihadiahi" Angket Bank Century
Tue Oct 20, 2009 6:11 pm by Admin

» Pentagon Pasok Bom-Bom Canggih Buat Israel
Thu Oct 08, 2009 12:53 am by Admin

» Warga Setujui Kuburan Massal
Wed Oct 07, 2009 6:54 pm by Admin

» Birokrasi Hambat Distribusi
Wed Oct 07, 2009 6:50 pm by Admin

» Bencana Gempa Akan Terus Terjadi
Mon Oct 05, 2009 7:38 am by Admin

» Padang Porak Poranda
Thu Oct 01, 2009 11:57 pm by Admin

» Iran Sukses Tembak Rudal Berdaya Jangkau hingga Israel
Mon Sep 28, 2009 4:39 pm by Admin

» PBB dan AS Dikecam
Fri Sep 25, 2009 7:24 am by Admin

» Muntahar al Zaidi: Mengapa Saya Melemparkan Sepatu Kepada Bush
Thu Sep 24, 2009 11:44 pm by Admin

» Segitiga Bermuda: Misteri Dibalik Samudera Atlantik
Thu Sep 24, 2009 11:40 pm by Admin

» Presiden Berhentikan Bibit Samad dan Chandra Hamzah
Tue Sep 22, 2009 6:58 pm by Admin

» Sisi Gelap Harry Potter
Fri Sep 18, 2009 10:59 pm by Admin

» Demi Efisiensi, Cukup 25 Menteri Saja, Pak Presiden
Wed Sep 16, 2009 11:15 pm by Admin

Media Lainnya
Silaturahim PP Ke - XXV
Selawat Jowo - Jaton
Media Santai Jaton: Silaturachmi Jaton
Kajian Islam Dan Iptek: Islam & Iptek
Media Kawanua: Kawanua
Dunia Mualaf: Mualaf
Mari Mengaji Al Qur'an
Silsilah PULUKADANG
Tanda Waktu
(QS Al-Baqarah 2:30)
Ingatlah ketika Rabb-mu berfirman kepada para Malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Mereka berkata: Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? Rabb berfirman: Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS Al-Baqarah 2:30)
Paguyuban Pulukadang

Petunjuk & Tata Cara
Pemberitahuan Apabila ingin melihat berita lainnya selain di Portal ini, harap klik tulisan:home,di bagian atas pojok kiri, dan pilih saja menunya dan klik.Apabila ingin muat Posting atau Komentar, harus daftar dulu dengan cara:Klik tulisan :Pendaftaran di kolom paling atas, dan kemudian pilih : saya seuju, klik lagi, kemudian isi Username, Alamat Email dan Pasword ( jangan sampai lupa ), kemudian klik :kirim, isi lagi Pasword tadi untuk konfirmasi, lalu Klik, Kirim.Sekarang Anda sudah menjadi member Website ini, dan saya akan mengaktifkan Username Anda, atau bisa Anda sendiri, dengan membuka Alamat email Anda, dan ikuti petunjuknya.Apabila ada Problem,sampaikan via Email saya: Adiministrator Wassalam
Halal Bihalal Paguyuban

HBH Paguyuban Vidio
Silaturahim PP Ke - XX

Sejarah Alam Semesta
Ar Rachman
Mengenal Allah Dgn Akal
Eropa To Iislam
Bagian I


Bagian II


Bagian III
Bagian III
Bagian IV
Bagian V
Bagian VI ( Tamat )

Grafik Yang Menunjukkan Penikatan Jumlah Muslm Di Eropa
Statistik Pengunjung selama Bulan Des 2008
Golkar Siap Beroposisi PDI-P Merapat ke Beringin
Thu Apr 23, 2009 3:57 pm by Admin
Golkar Siap Beroposisi PDI-P Merapat ke Beringin



Suara Pembaruan, Kamois 23 April 2009

Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla membuka Rapat Pimpinan Nasional Khusus (Rapimnasus) Partai Golkar di Jakarta, Kamis (23/4). Rapimnasus Partai Golkar yang dihadiri perwakilan DPD se-Indonesia guna membahas arah partai untuk Pemilihan Presiden. 2009.

[JAKARTA] Partai Golkar siap membuka sejarah baru, yakni menjadi oposisi, dan meninggalkan tradisi lama yang menjadi bagian dari pemerintahan. Sebab, disadari bahwa tujuan dari keduanya tetap sama, yaitu demi kepentingan bangsa.

"Bahwa nanti Golkar berhasil membangun pemerintahan yang kuat dengan partai-partai lain atau menjadi oposisi, tujuannya tetap sama, yakni kepentingan bangsa. Bahwa Golkar selama ini tidak terbiasa menjadi oposisi. Tetapi jika menjadi keharusan (sebagai oposisi), kita harus membiasakannya," tegas Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK), saat membuka Rapat Pimpinan Khusus (Rapimnasus) Partai Golkar, di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (23/4). Penegasannya itu terkait dengan keputusan rapat pengurus harian Partai Golkar pada Rabu (22/4) mengenai diakhirinya upaya membangun koalisi dengan Partai Demokrat.

JK menegaskan, dalam menentukan koalisi, haruslah didasari prinsip saling menghormati dan menghargai kemitraan. "Partai Golkar harus bisa memilih sendiri koalisi, bukan ditentukan pihak lain," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menegaskan bahwa dia bertanggung jawab secara nasional terkait tidak tercapainya target 25 hingga 30 persen perolehan suara Partai Golkar pada Pemilu Legislatif, 9 April lalu. "Sebagai ketua umum, saya bertanggung jawab secara nasional. Saya tidak membela diri, tetapi mari kita evaluasi dan perbaiki untuk masa mendatang," ujarnya.

Dia mengungkapkan, kegagalan itu disebabkan beberapa hal. Antara lain, Partai Golkar tidak mampu memanfaatkan keberhasilan pemerintah secara maksimal. Meskipun demikian, dia mengklaim bahwa keberhasilan pemerintahan saat ini tidak terlepas dari konsep kader-kader Golkar, seperti bantuan langsung tunai (BLT), penurunan harga BBM, serta perdamaian di Aceh. "Baik buruknya pemerintahan saat ini adalah karya kemitraan kita bersama," katanya.

Faktor lain yang mengakibatkan merosotnya suara Golkar adalah banyaknya parpol peserta pemilu, khususnya parpol yang didirikan mantan kader Golkar, sehingga terjadi penyebaran suara. "Masalah daftar pemilih tetap (DPT) juga menjadi salah satu faktor, sebab banyak juga kader dan simpatisan Golkar tidak masuk DPT, sehingga kehilangan hak suara," jelasnya.

Menyusul sikap Golkar mengakhiri rencana koalisi dengan Demokrat, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) Partai Demokra- si Indonesia Perjuangan (PDI-P) Taufiq Kiemas, didampingi Sekjen PDI-P Pramono Anung, bertemu Jusuf Kalla di rumah dinas wapres, Kamis pukul 19.30 WIB. Menurut Pramono, pertemuan tersebut untuk menjajaki komunikasi yang lebih intensif diantara kedua partai.

"Setelah Golkar secara terbuka menyatakan tak lagi dalam koalisi dengan Partai Demokrat, maka terbuka peluang yang lebar bagi PDI-P untuk membangun kerja sama politik dengan Golkar," katanya Kamis siang.

Setelah pertemuan ini, katanya, dilanjutkan pertemuan antara Megawati dan JK. Disinggung mengenai sikap Golkar dan PDI-P yang sama-sama ingin mengajukan capres, Pramono menjelaskan, dalam politik selalu akan ada jalan keluar.


Dukungan Belum Bulat


Akan tetapi, pilihan DPP Partai Golkar untuk mengakhiri rencana koalisi dengan Demokrat, ternyata belum didukung secara bulat oleh kalangan internal partai. Beberapa elite Golkar, seperti Yorrys Raweyai, Agung Laksono, Muladi, dan Fadel Muhammad, masih mendukung opsi untuk membangun koalisi yang permanen dengan Partai Demokrat selaku pemenang pemilu.

"Golkar sangat sulit menjadi oposisi, sebab tidak sesuai dengan platform, ideologi, dan juga karakter partai. Golkar dilahirkan untuk berkarya bagi bangsa. Berbicara tentang bangsa, berarti berbicara tentang pemerintahan," kata Yorrys sebelum pembukaan rapimnasus.

Menurutnya, Golkar belum menegaskan menutup kemungkinan koalisi dengan Demokrat. "Pernyataan pers kemarin adalah soal keputusan DPP Golkar yang akan dibawa ke rapimnasus. Mandat dari DPD I kepada Tim 3 Partai Golkar ternyata tidak memperoleh hasil yang maksimal, maka kerja tim tersebut dihentikan," jelasnya.

Dia menambahkan, mekanisme pengambilan keputusan tidak mutlak dari DPP, tetapi berdasarkan musyawarah. Di rapimnasus, DPD punya hak untuk pasif. "Pasti ada dinamika. Namun, yang penting adalah hasil akhir. Semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk menggalang koalisi dengan PDI-P," sambungnya.

Dalam rapimnasus ini, hak suara hanya diberikan kepada DPP dan DPD tingkat I.

Senada dengan itu, Agung Laksono dan Muladi melihat Golkar masih memiliki opsi untuk bernegosiasi dengan semua parpol, termasuk Demokrat. "Semua bergantung hasil rapimnasus," jelas Muladi.

Ketua DPD Golkar Gorontalo Fadel Muhammad juga mengatakan hal yang sama. Dia menyayangkan sikap DPP yang terburu-buru menghentikan komunikasi politik dengan Partai Demokrat.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso menjelaskan, partainya belum menutup pintu rapat-rapat terhadap kemungkinan koalisi dengan Partai Demokrat, walaupun hasil rapat harian Partai Golkar sudah menyimpulkan tidak membangun koalisi dengan partai yang diperkirakan memenangi pemilu legislatif itu.

"Apakah Golkar menutup pintu rapat-rapat? Tidak. Tetapi, Golkar dalam posisi tidak meminta. Ini memang interpretatif. Tetapi, saya berpandangan tidak tertutup kemungkinan itu (berkoalisi dengan Demokrat)," kata Priyo.

Menyangkut status rencana koalisi dengan Demokrat, Priyo mengistilahkannya "meredup". "Golkar menganggap Demokrat sebagai 'saudara muda', tetapi tentu Golkar juga memiliki pilihan-pilihan politik," jelasnya.

Sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar pun tampak belum bersikap tegas mendukung diakhirinya komunikasi politik dengan Demokrat. Wakil Ketua DPD Golkar Jambi, H Mardinal mengatakan, pihaknya akan mengikuti hasil rapimnassus, yang berorientasi pada pembentukan pemerintahan yang kuat.

Sebaliknya, Ketua DPD Golkar Jateng dan DI Yogyakarta, yakni Bambang Sadono dan Gandung Pardiman menegaskan, koalisi dengan Demokrat sudah buntu. Yang tersisa kini opsi untuk berdiri sendiri atau berkoalisi dengan partai lain.

"Kalau berdiri sendiri, apakah kita akan tetap mengusung JK atau ada figur lain. Begitu juga kalau mau berkoalisi dengan partai lain. Hingga saat ini Jateng masih mendukung JK," kata Bambang.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo menampik sinyalemen banyak pihak, bahwa SBY menolak berdampingan kembali dengan JK. Menurutnya, Partai Demokrat baru bernegosiasi tentang jumlah cawapres yang akan diajukan Golkar.

"Demokrat meminta kepada tim negosiasi dari Partai Golkar agar mengajukan lebih dari satu nama," kata Hadi.


Sulit Raup Dukungan

Terkait wacana Golkar membentuk poros sendiri dalam pilpres nanti, pakar politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syamsudin Haris melihat hal itu bakal mempersulit Golkar meraup dukungan suara. "Golkar terbuka membuat koalisi sendiri namun nampaknya lebih condong dengan PDI-P," katanya.

Sebab, mengukur dukungan suara jika Golkar membangun poros sendiri, hanya tersisa kekuatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sebab, Partai Amanat Nasional (PAN) lebih condong ke SBY. "Sejauh ini belum ada tanda-tanda Demokrat atau SBY menerima PPP," ujarnya.

Pengamat politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Ari Dwipayana menyatakan Golkar akan diperhadapkan dua pilihan, poros baru atau merapat ke PDIP. Dua pilihan ini menyisakan konsekuensi yang harus diambil Golkar.

Konsekuensi Golkar dengan poros baru, harus mengumpulkan 10-15 persen suara. PPP, PAN, Gerindra, dan Hanura bisa diajak berkoalisi, meskipun PAN kecenderungannya sudah merapat ke kubu SBY.


Comments: 0
Statistics
Total 39 user terdaftar
User terdaftar terakhir adalah me7689

Total 1750 kiriman artikel dari user in 1294 subjects
User Yang Sedang Online
Total 2 uses online :: 0 Terdaftar, 0 Tersembunyi dan 2 Tamu

Tidak ada

User online terbanyak adalah 21 pada Mon Nov 02, 2009 4:44 pm
Pengunjung
myspace layouts

free hit counter
Bersyukur
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيم
Tiap detik, Allah melimpahkan nikmat-Nya kepada setiap makhluk. Misalnya, nikmat umur, iman, dan Islam. ''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.'' (QS. 16: 18)
Silsilah
Silsilah Pulukadang
Harap diklik & Zoom
Minahasa
Minahasa Dari Dulu Hingga Sekarang: Bangsa Minahasa
Sejarah Peristiwa Pemberontakan Permesta: PERMESTA
Bangun Rumah
Bangun Rumah Diatas Lahan 80M2: Caranya
UU PORNOGRAFI
Materi Pornografi: Undang Undang
Seputar Pernyataan Gus Dur, Bahwa Al Qur'an Porno, Penghinaan Terhadap Al Qur'an Al Qur'an Dihina
Sejarah Kampung Jaton
Sejarah Kampung Jawa Tondano: Riwayat
Sejarah Kampung Jawa Tondano, Bisa Juga Dilihat Vidionya: Riwayat Jaton - Vidio
INKUISISI
Sejarah Pembantaian Hawariyun Oleh Katholik: Inkuisisi
Simak Catatan Harian Yang Menarik dari Murad Wilfred Hoffman, Seorang Jerman Sampai Akhirnya Dia Mengucapkan Syahadat, : Murad Wilfred Hoffman
Perang Salib & Karbala
Sejarah Yang Perlu Diketahui Mengenai Perang Salib
Juga Sejarah Yang Perlu Diketahui Mengenai Peristiwa Karbala, Yang Melahirkan Islam Syiah KARBALA
Peristiwa Poso & Ambon
Mengenag 9 Tahun Peristiwa Poso & Ambon Peristiwa
VIDIO
Bernard Nababan Convert To Islam Nababan
Wahyu Kepada Para Nabi Adalah Satu Kesatuan Wahyu
Pengunjung
myspace layouts

free hit counter
Monitor
Monitor
Site Meter