www.paguyubanpulukadang.forumotion.net


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Kudeta Hancurkan Bangsa
Tue Oct 19, 2010 3:27 pm by Admin

» SBY Bertemu 7 Pimpinan Lembaga Negara di MPR
Mon Oct 18, 2010 3:18 pm by Admin

» Urbanisasi Tak Terbendung, Jabodetabek Makin Kumuh
Thu Oct 14, 2010 3:26 pm by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431H KERUKUNAN KELUARGA BESAR JATON JAKARTA ( KKBJJ )
Mon Oct 11, 2010 9:25 am by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431 H PKBP JABODETABEK
Mon Oct 11, 2010 9:23 am by Admin

» Yang Kami Tolak Bukan Kristen, Tapi Kristenisasi
Thu Sep 23, 2010 6:32 pm by Admin

» 5,4 Juta Komuter Serbu DKI Jakarta Setiap Hari
Thu Sep 23, 2010 6:29 pm by Admin

» Gila! Al Quran Jadi Dibakar di Amerika
Sun Sep 19, 2010 3:49 pm by Admin

» PROJECT BLUE BEAM
Mon Sep 13, 2010 5:55 pm by Admin

» Demokrasi Belum Wujudkan Kesejahteraan dan Keadilan
Sun Aug 15, 2010 7:21 pm by Admin

» Potret Kemiskinan Indonesia 69% Pekerja Ada di Sektor Informal
Fri Aug 06, 2010 2:17 pm by Admin

» Mengenal Lebih Dekat Hepatitis
Wed Jul 28, 2010 11:39 pm by Admin

» Alasan Sesungguhnya Mengapa AS Menyerang Iraq
Tue Jul 20, 2010 11:04 am by Admin

» AS Rahasiakan Obat Kanker dari Buah Sirsak
Tue Jul 20, 2010 9:18 am by Admin

» Politik Anggaran, Prorakyat atau Birokrat?
Mon Jul 19, 2010 5:52 pm by Admin

» Bingung Pastikan Arah Kiblat? Klik Qibla Locator
Sun Jul 18, 2010 8:10 am by Admin

» Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas
Fri Jul 02, 2010 10:03 pm by Admin

» Pasar Taruhan Jagokan Brasil
Fri Jul 02, 2010 3:17 pm by Admin

» Jepang Lawan Paraguay di 16 Besar
Sat Jun 26, 2010 3:46 pm by Admin

» Sinyal Alquran tentang Bintang Runtuh di Pusat Galaksi
Mon Jun 21, 2010 12:04 pm by Admin

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian

Share | 
 

 Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus   Fri Oct 03, 2008 2:29 pm

Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus



03 Oct 2008
Pada 25-26 Juli lalu, mahasiswa Sekolah Tinggi Theologi Injil Arastamar (SETIA) Kampung Pulo, Pinangranti, Jakarta Timur, bentrok dengan warga masyarakat sekitar kampus. Setelah dievakuasi dari kampusnya dengan aman oleh masyarakat dan polisi pada 27 Juli, sekitar 1300 mahasiswa SETIA sengaja melakukan ''diaspora'' ke sejumlah tempat. Diantaranya mendirikan tenda di halaman Gedung Parlemen.

Mereka seolah-olah bagaikan Bangsa Yahudi yang berpencar ke berbagai negeri lantaran dikejar-kejar Nazi, atau seperti muslim Palestina yang dibuang Israel ke padang tandus gersang di West Bank atau Gaza Strip. Seolah-olah kaum Nasrani di Indonesia sedemikian tertindas dan melarat, sehingga tidak punya tempat untuk menampung dan merelokasi para mahasiswa tersebut.

Padahal, di saat yang sama, kalangan Gereja Bethany sedang membangun Menara Doa Jakarta di kawasan Kemayoran dengan anggaran Rp 2,7 trilyun. Duit semua itu, bukan daun.

Humas SETIA merasa HAM mereka, termasuk hak untuk beribadah, dilanggar. Masjid pun dituding sebagai media provokasi warga.

Menanggapi pelintiran isyu tersebut, tokoh dan ratusan warga Kampung Pulo menggelar jumpa pers pada Kamis (31/7).

Risman Risman Hadi, tokoh perwakilan warga, menyampaikan fakta kronologi peristiwa dan sikap warga terhadap eksistensi kampus SETIA.

Pertama, bentrokan yang terjadi bukan terkait dengan masalah SARA. Yang terjadi adalah provokasi dan penyerangan yang diawali mahasiswa SETIA.

Kedua, warga Kampung Pulo dan sekitarnya tetap menolak keberadaan kampus SETIA beserta sarana yang dimilikinya sejak 1991 karena telah menimbulkan keresahan. Misalnya, Mei 2008 terjadi perang mahasiswa suku Flores dan Nias. Juga usaha pencurian seperti pada kasus terakhir, dan sering ditemukannya kondom serta celana dalam di sepanjang jalan sepi di samping Kampung Pulo tempat mahasiswa SETIA kongkow.

Ketiga, warga meminta pada pihak yayasan SETIA untuk tidak memaksakan kehendak yang dapat menimbulkan permusuhan dan korban. Hal ini agar tidak terjadi lagi insiden bentrokan yang melibatkan warga. [ah/www.suara-islam.com]

Tabloid SUARA ISLAM EDISI 50, Tanggal 15 Agustus - 4 September 2008 M/13 Sya’ban - 4 Ramadhan 1429 H

Sebuah Menara atas Titah Yesus

Menara tertinggi kedua di dunia bakal menjulang di Indonesia. Pembangunan proyek senilai 2,7 trilyun ini katanya di-back up Yesus.

Saat berkunjung ke sini beberapa waktu lalu, tokoh Muslim Swiss Tareq Ramadhan heran, kok bisa-bisanya dia kecopetan di negeri muslim terbesar di dunia ini. Aha, belum tahu dia. Pengalaman itu tak seberapa dibanding pembangunan Menara Doa Jakarta, yang merupakan proyek mercusuar Nasrani di negeri muslim terbesar di dunia.

Disebut proyek mercusuar, lantaran Menara Doa Jakarta (MDJ) sangat am-bisius bin provokatif. Bangunan setinggi 558 meter di Bandar Kemayoran, Jakarta, itu konon bakal menjadi menara tertinggi kedua di dunia setelah Burj Dubai Building di Uni Emirat Arab (705 meter, 140 lantai). Mengalahkan 5 meter men-julangnya Menara CN, yang pernah tercatat sebagai "World's Tallest Free Standing Structure" di Guinness Book of World Records.

MDJ yang digagas sejak tahun 1995, dirintis pembangunannya pada era Presi-den Soeharto. Pengembangnya trio kong-lomerat Sudwikatmono, Prajogo Panges-tu, dan Henry Pribadi, yang berkongsi melalui PT Indocitra Graha Bawana.

Semula, MDJ bernama Menara Jakar-ta, akan dibangun di area Kuningan. Tapi, ditampik Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu. Bekas Bandar Baru Kemayoran pun dijadikan alternatif.

Peresmian pembangunan dilakukan pada 1997 oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirdja dan Mensesneg Moerdiono. Direstui Presiden Soeharto, yang meng-usulkan agar nama Menara Jakarta diganti menjadi Menara Trilogi.

Menara dengan luas areal 306.810 meter persegi dan luas bangunan 40.550 meter persegi ini rencananya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Diantaranya, tempat parkir 144.000 meter persegi, gedung podium setinggi 17 lantai, lift yang mencapai puncak menara, restoran berputar, mall, kafe, taman hiburan, hotel, ruang serba guna/kon-ferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung, ruang perkantoran, pameran, pusat pendidikan dan pelatihan yang tidak kalah penting, pusat multi-media disertai pemancar siaran radio dan televisi.

Ditargetkan, menara berkapasitas 200.000 jemaat, atau dua kali lipat kapasitas tempat duduk lapangan sepak bola Senayan, ini akan dikunjungi 4-6 juta orang tiap tahun.

Proyek diperkirakan menghabiskan dana sekitar 560 juta dollar AS (sekitar 1,2 trilyun), namun kini membengkak men-jadi 2,7 trilyun.

Menurut direktur PT Prasada Japa Pamudja, Ferry Sangeroki, pendanaan didukung "lebih dari seratus perusahaan dan individu". Ia mengatakan bahwa proyek tersebut dibiayai melalui tiga jalur: partisipasi modal (Rp 400 miliar), pinjaman sindikasi (Rp 600-800 miliar), dan penjualan pra-proyek (sekitar Rp 1,3 T).

Menurut Presiden Komisaris PT Pra-sada Jasa Pamudja yang juga Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia, Pendeta Abraham Alex Tanuseputra, dana segede itu lantaran restu Yesus.

“Yang back up adalah Tuhan Yesus, sebab ini proyeknya Tuhan Yesus…Saya sadar, Tuhan Yesus punya cara sendiri, ada 1001 jalan yang Dia bisa buat untuk back up pendanaan proyek ini,” ujarnya, seperti dikutip sebuah harian edisi 13 Juli 2008.

Menurut Pendeta Alex yang juga pen-diri Gereja Bethany "Successful Families", menara yang fondasinya sudah rampung tersebut akan berdiri tegak, setegak imannya kepada Tuhan.

Dalam Warta Plus Bethany, Pendeta Alex menjelaskan perubahan nama pem-bangunan proyek yang awalnya disebut Menara Jakarta menjadi Menara Doa Jakarta (MDJ) atau Jakarta Revival Center.

“Karena itu visi yang Tuhan Yesus berikan untuk proyek ini. Dulu Namanya Menara Jakarta. Sekarang tinggal ditam-bah Doa, sebab memang visinya doa bagi bangsa. Doa untuk menyongsong Indo-nesia Baru,” papar Sang Pendeta.

MDJ ditentang, bahkan oleh ''orang dalam''. Pasalnya, ia sangat mencolok di tengah kesenjangan sosial dan ekonomi yang dalam. Theo Syafei, mantan Pang-dam Udayana, mengatakan, "Lebih baik dana sebesar itu digunakan untuk pem-bangunan kawasan Timur Indonesia." The Jakarta Post menyebutnya sebagai "Tower of Indifference" (menara ketidak-pedulian). Dan sejumlah anggota DPR menyebutnya proyek "mercusuar", me-ngacu pada ambisi pembangunan Bung Karno yang ''biar tekor asal sohor''.

Toh, Sudwikatmono membantah se-butan itu. Alasannya, tidak seperti Monas yang dibangun pemerintah, Menara Trilogi alias MDJ murni bikinan swasta.


Kontroversi berikutnya adalah provo-kasi terang-terangan bahwa proyek MDJ merupakan upaya kristenisasi di Indo-nesia. Abraham Alex Tanuseputra telah sukses mengembangkan gereja Bethany di Indonesia hingga manca negara. Dari 7 orang jemaat saja di Cinere, Depok, kini mencapai 1000 gereja dengan 70 ribu pengikut. Terakhir, tahun 2000, dia mendirikan Graha Bethany di Surabaya, gereja besar yang tegak di atas tanah 8 hektar dengan kapasitas 20 ribu jemaat di kawasan Nginden Intan.

Langkah Alex diikuti James T Riady, bos Lippo Karawaci. Riady berterus terang ingin membangun sekolah Kristen seperti di Lippo Karawaci di 1000 desa miskin di Indonesia. Itu, katanya, untuk mengangkat standar moral dan spiritual bangsa Indonesia. Pengakuan James ini dilansir situs Fortune.com edisi 23 Juli 2001.

Mengingat kontroversi tersebut, ang-gota Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI, DR Adian Husaini, mengimbau agar lembaga-lembaga resmi Kristen/Katolik, mengambil tindakan terhadap manuver-manuver berlebihan kalangan Kristen yang sangat tidak kondusif untuk membangun kerukunan umat beragama di Indonesia.

Masalahnya, kalangan Nasrani sampai kini tak sudi diatur dengan SKB No 01/1969 tentang Tata Cara Pendirian Rumah Ibadah, maupun SK Menteri Agama No 70/1978 tentang Pedoman Penyiaran Agama.

Pendeta JE Sahetapy, misalnya, per-nah menulis begini: "… sejak 1969 umat Kristiani telah diviktimisasi, antara lain, melalui SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1/1969, dan yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai surat instruksi dan surat radiogram, yang pada intinya, bagaimana mendiskre-ditkan dan memojokkan kehidupan beragama/bergereja umat Kristiani."

Diatur secara halus dan legal tidak mau. Tagi giliran digeruduk masyarakat seperti pada kasus SETIA Kampung Pulo, mereka teriak-teriak minta perlindungan hukum. [aya hasna/www.suara-islam.com]


Tabloid SUARA ISLAM EDISI 50, Tanggal 15 Agustus - 4 September 2008 M/13 Sya’ban - 4 Ramadhan 1429 H

Sebuah Menara atas Titah Yesus
Menara Doa Jakarta Selesai tahun 2009
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Re: Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus   Tue Nov 11, 2008 12:25 am

Pendeta Stephen Tong Bangun Mega Gereja di Jakarta
Oleh : Fakta 07 Oct, 08


Evangelis Indonesia keturunan China, Stephen Tong, berencana membangun ‘gereja raksasa’, bernama Katedral Mesias.

Sebuah gereja megah senilai jutaan dolar diresmikan Sabtu (20/9) lalu di Indonesia, negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia, dengan mengadakan sebuah ibadah yang dihadiri sekitar 4000 orang yang menyanyikan pujian dan membaca Alkitab. Pendirian Katedral Mesias yang megah di Jakarta tersebut digagas oleh evangelis Indonesia keturunan China, Stephen Tong, yang mengatakan tujuan pembangunan gereja tersebut untuk menepis kesalahpahaman yang mengatakan bahwa Indonesia tidak toleran terhadap agama minoritas.

"Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hambatan dari pemerintah Indonesia untuk membangun tempat pusat peribadatan," kata Tong, evangelis terkemuka pendiri Gereja Reformed Injili pada 1989.

"Hal ini juga ingin memberikan kesan baru kepada dunia terhadap Indonesia: bahwa Indonesia bukanlah suatu negara yang melulu kacau atau penuh dengan permasalahan," kata Tong, menurut Reuters.

Sebagaimana dikutip Reuters, pembangunan gereja ini telah memakan waktu 16 tahun bagi Tong untuk mendapatkan lampu hijau dari pemerintah yang berwenang di Indonesia.

"Gereja-gereja lainnya di Indonesia kebanyakan didirikan oleh Belanda dan sampai saat ini kebanyakan dari mereka masih mengandalkan pembiayaan dari luar negeri. Namun gereja kami tidak bergantung kepada pendanaan luar negeri," kata Tong.

"Ini adalah satu-satunya gereja nasional di Indonesia yang dibiayai sendiri oleh jemaatnya, karena uangnya berasal dari Indonesia, desainnya dari Indonesia, bahan-bahannya dari Indonesia. Tidak ada bantuan dari luar negeri," kata Tong.

Gereja besar, yang mampu menghimpun ribuan orang saat pujian penyembahan pada ibadah Minggu, sudah sangat popular di Amerika Serikat, khususnya di pinggiran kota dan kota-kota kecil di mana mereka sering menggunakannya sebagai sebuah pusat kegiatan masyarakat. Kebanyakan merupakan aliran yang bukan Injili atau Pantekosta, dengan beberapa memiliki hubungan dengan Southern Baptists.

Ibadah yang berlangsung di aula yang besar biasanya memiliki ciri khas kotbahnya mengharukan dan sedikit lebih menekankan pada musik penyembahan modern daripada hymne tradisional. Para kritikus seringkali menganggap gereja-gereja besar biasanya memiliki kotbah yang dangkal dan lebih menekankan pada hiburannya daripada agama.

Beberapa pakar mengatakan berdirinya mega-gereja di Indonesia merupakan suatu tanda semakin meningkatnya kepercayaan diri dikalangan komunitas Kristen di Indonesia, sementara pihak lain mengatakan bahwa hal tersebut justru dapat berubah memicu kemarahan keras dan ketakutan di dalam negara yang mayoritas adalah Muslim.

WNI Keturunan
Stephen Tong adalah seorang pendeta Kristen yang dilahirkan di propinsi Fujian pada 1940. Ia menjadi warganegara Indonesia dan saat ini tinggal di Jakarta dan dikenal salah satu tokoh teologi reformed terkemuka, mengadakan seminar-seminar secara teratur setiap tahun dan mendirikan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII). Kakaknya Caleb Tong adalah pendeta di Gereja Kristen Injili Indonesia di Bandung.

Tong dikenal sebagai pengritik keras gerakan Karismatik, New Age Movement, Postmodernisme, seni kontemporer, psikologi, budaya Barat, budaya Timur, filosofi, dan teologi kemakmuran. Ia menulis banyak lagu gereja dan merancang beberapa bangunan gereja.

Tong sering menyampaikan kotbah dalam bahasa Indonesia, Mandarin, dialek Fujian, dan Inggris. Gereja Mesias yang megah tersebut berlokasi di pusat bisnis Kemayoran, Jakarta. [chtp/hidayatullah]





Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Re: Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus   Tue Nov 11, 2008 12:37 am

Catatan Lain Menara "Kontroversi" Jakarta


Pdt. Abraham : Menara Doa Jakarta Hampir Rampung


Pdt. Abraham : Menara Doa Jakarta Hampir Rampung

Foto: peresmian menara [beritajakarta.com]


Foto: peresmian menara [beritajakarta.com]
Semula "Menara Jakarta" atau dikenal ‘Menara Doa Jakarta’ diharapkan menjulang tinggi di dunia.
Tapi rekor ketinggiannya akan kalah dengan Burj Dubai di Emirat Arab.

Menara CN, yang pernah tercatat sebagai "World's Tallest Free Standing Structure" di Guinness Book of World Records kelak akan kalah dengan bangunan di Kemayoran, Jakarta.

Menara Jakarta yang tingginya mencapai 558 meter, 5 meter lebih tinggi dari Menara CN, akan berdiri di lokasi bekas Bandara Kemayoran, Jakarta. Menara Jakarta merupakan proyek besar yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang digagas sejak tahun 1995.

Awalnya, menara ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia.

Menara Jakarta (MDJ) awalnya dikembangkan oleh trio usahawan besar -- Sudwikatmono, Prajogo Pangestu, dan Henry Pribadi-- melalui PT Indocitra Graha Bawana.

Semula, keberadaanya akan dibangun di area Kuningan, tetapi Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, tidak setuju, dan mengusulkan untuk membangunnya di daerah Kemayoran yang pertumbuhannya masih sulit.

Kabarnya, desain dan maket menara sudah diperlihatkan kepada Mensesneg (waktu itu) Moerdiono selaku Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Bandar Baru Kemayoran di Sekretariat Negara.

Peresmian pembangunan dilakukan pada tahun 1997 oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirdja dan Mensesneg Moerdiono. Bahkan telah disetujui oleh Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta. Presiden Soeharto mengusulkan agar nama Menara Jakarta diganti menjadi Menara Trilogi.

Kontroversial
Dana pembangunan menara yang cukup besar membuat pembangunan ini sempat menjadi kontroversi. Dengan total dana yang dibutuhkan menjadi sekitar 560 juta dollar AS (waktu itu sekitar Rp 1,2 triliun). Maklum, kala itu ekonomi sedang sulit.

Selain masalah dana, ada faktor lain yang cukup membuat kontroversi. Di lingkup Gereja Bethany, menara ini biasa disebut sebagai Menara Doa Jakarta (MDJ) atau Jakarta Revival Center yang didukung oleh Gereja Bethany Indonesia (GBI). Ini karena, Presiden Komisaris dari perusahaan konstruksi tersebut PT. Prasada Jasa Pamudja, adalah Pendeta Abraham Alex Tanuseputra. Pria yang sukses membangun 1000 gereja Bethany.

Menara yang dibangun di area seluas 306.810 meter persegi dengan pembangunan gedungnya seluas 40.550 ini rencananya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.

Diantaranya; tempat parkir seluas 144.000 meter persegi, gedung podium setinggi 17 lantai, lift yang mencapai puncak menara, restoran berputar, mall, kafe, taman hiburan, hotel, ruang serba guna/konferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung, ruang perkantoran, pameran,pusat pendidikan dan pelatihan yang tidak kalah penting, pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi.

Diperkirakan, sebanyak 4-6 juta pengunjung setiap tahunnya akan mengunjungi Menara Jakarta.

Pembangunan menara ini didukung pemerintah kala itu, termasuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Bambang Kesowo dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, diperkirakan karena akan diproyeksikan menjadi menara tertinggi di dunia. Tapi mungkin, rekornya akan kalah dengan gedung Burj Dubai di Uni Emirat Arab (UEA), yang ketinggiannya mencapai 705 meter, dengan 140 lantai. [cha, berbagai sumber/hidayatullah]


Pdt. Abraham : Presiden Komisaris PT Prasada Japa Pamudja
Fondasi gedung Menara Doa Jakarta (MDJ) sudah rampung dan akan segera berdiri. Demikian aku Pdt. Abraham Alex Tanuseputra , Pendiri Bethany

Abraham Alex Tanuseputra, Presiden Komisaris PT Prasada Japa Pamudja, pengembang Menara Doa Jakarta, mengatakan, pembangunan menara sebagai pengembangan Gereja Bethany itu sudah dalam tahap penyelesaian fondasi.

"Sekarang, Tuhan memercayakan kepada saya untuk membangun Menara Doa Jakarta," papar kakek delapan cucu yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia itu.

Sebagaimana dikutip Harian Jawa Pos, Minggu 13 Juli 2008 kemarin, Alex percaya, menara yang tahap penyelesaian fondasinya sudah rampung tersebut akan berdiri tegak, setegak imannya kepada Tuhan.

Abraham Alex Tanuseputra adalah pendiri Gereja Bethany "Successful Families". Pria yang dikenal sukses mengembangkan gereja Bethany di Indonesia hingga luar negeri. Terakhir, tahun 2000, berhasil membangun Graha Bethany di kota Surabaya, gereja besar yang berdiri di atas tanah seluas 8 hektare dengan kapasitas 20 ribu jemaat di kawasan Nginden Intan, Surabaya.

Dalam Warta Plus Bethany, Abraham Alex menjelaskan perubahan nama pembangunan proyek yang awalnya disebut Menara Jakarta menjadi Menara Doa Jakarta (MDJ).

“Karena itu visi yang Tuhan Yesus berikan untuk proyek ini. Dulu Namanya Menara Jakarta. Sekarang tinggal ditambah Doa, sebab memang visinya Doa bagi bangsa, Doa untuk menyongsong Indonesia Baru.”

“Yang back up adalah Tuhan Yesus, sebab ini proyeknya Tuhan Yesus…Saya sadar, Tuhan Yesus punya cara sendiri, ada 1001 jalan yang Dia Bisa buat untuk back up pendanaan proyek ini,” ujarnya. [cha, berbagai sumber/hidayatullah]


Pembangunan Pondasi Menara Jakarta (Kemayoran)

MAKET & PERESMIAN PEMBANGUNAN 2004
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Sponsored content




PostSubyek: Re: Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus   Today at 7:47 pm

Kembali Ke Atas Go down
 
Menara Doa Jakarta : Sebuah Menara atas Titah Yesus
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.paguyubanpulukadang.forumotion.net :: Berita :: Jabodetabek-
Navigasi: