www.paguyubanpulukadang.forumotion.net


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Kudeta Hancurkan Bangsa
Tue Oct 19, 2010 3:27 pm by Admin

» SBY Bertemu 7 Pimpinan Lembaga Negara di MPR
Mon Oct 18, 2010 3:18 pm by Admin

» Urbanisasi Tak Terbendung, Jabodetabek Makin Kumuh
Thu Oct 14, 2010 3:26 pm by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431H KERUKUNAN KELUARGA BESAR JATON JAKARTA ( KKBJJ )
Mon Oct 11, 2010 9:25 am by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431 H PKBP JABODETABEK
Mon Oct 11, 2010 9:23 am by Admin

» Yang Kami Tolak Bukan Kristen, Tapi Kristenisasi
Thu Sep 23, 2010 6:32 pm by Admin

» 5,4 Juta Komuter Serbu DKI Jakarta Setiap Hari
Thu Sep 23, 2010 6:29 pm by Admin

» Gila! Al Quran Jadi Dibakar di Amerika
Sun Sep 19, 2010 3:49 pm by Admin

» PROJECT BLUE BEAM
Mon Sep 13, 2010 5:55 pm by Admin

» Demokrasi Belum Wujudkan Kesejahteraan dan Keadilan
Sun Aug 15, 2010 7:21 pm by Admin

» Potret Kemiskinan Indonesia 69% Pekerja Ada di Sektor Informal
Fri Aug 06, 2010 2:17 pm by Admin

» Mengenal Lebih Dekat Hepatitis
Wed Jul 28, 2010 11:39 pm by Admin

» Alasan Sesungguhnya Mengapa AS Menyerang Iraq
Tue Jul 20, 2010 11:04 am by Admin

» AS Rahasiakan Obat Kanker dari Buah Sirsak
Tue Jul 20, 2010 9:18 am by Admin

» Politik Anggaran, Prorakyat atau Birokrat?
Mon Jul 19, 2010 5:52 pm by Admin

» Bingung Pastikan Arah Kiblat? Klik Qibla Locator
Sun Jul 18, 2010 8:10 am by Admin

» Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas
Fri Jul 02, 2010 10:03 pm by Admin

» Pasar Taruhan Jagokan Brasil
Fri Jul 02, 2010 3:17 pm by Admin

» Jepang Lawan Paraguay di 16 Besar
Sat Jun 26, 2010 3:46 pm by Admin

» Sinyal Alquran tentang Bintang Runtuh di Pusat Galaksi
Mon Jun 21, 2010 12:04 pm by Admin

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian

Share | 
 

 Asal-usul Kata Yahudi Dalam Bahasa Inggris

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Asal-usul Kata Yahudi Dalam Bahasa Inggris   Wed Nov 19, 2008 6:41 pm

Asal-usul Kata Yahudi Dalam Bahasa Inggris

oleh: Willie Martin

("Bapaknya orang Yahudi adalah Setan, pembohong besar " - John 8:44)

Memasukan kata "Jew atau Jews" ke dalam bahasa Inggris adalah merupakan sebuah penyajian keliru yang dipersembahkan kepada dunia dengan sengaja oleh “kelompok penekan - pressure group” yang terorganisir dengan rapih dan dengan dana yang melimpah untuk menipu atau membohongi orang-orang Kristen.


Menjelang kedatangan Yesus, di sana ada sebuah kota metropolitan, merupakan kota pusat perdagangan dunia waktu itu. Kota yang kaya ini pada suatu waktu di tahun 146 S.M. dihancurkan oleh kerajaan Romawi dan kekayaannya diboyong ke Roma. Akan tetapi seratus tahun kemudian, pada masa Kaisar Julius kota itu dibangun kembali sebagai koloni Romawi yang maju yang kemudian menjadi pusat kota penting di Yunani. Sebahagian orang akan mengatakan bahwa kota merupakan kota terkaya dalam abad ke-2 di Yunani.

Menjelang kedatangan Yesus, di sana ada sebuah kota metropolitan, merupakan kota pusat perdagangan dunia waktu itu. Kota yang kaya ini pada suatu waktu di tahun 146 S.M. dihancurkan oleh kerajaan Romawi dan kekayaannya diboyong ke Roma. Akan tetapi seratus tahun kemudian, pada masa Kaisar Julius kota itu dibangun kembali sebagai koloni Romawi yang maju yang kemudian menjadi pusat kota penting di Yunani. Sebahagian orang akan mengatakan bahwa kota merupakan kota terkaya dalam abad ke-2 di Yunani.

Sebuah kota yang kaya, mewah dengan penduduknya yang tidak bermoral. Nampaknya sebuah kota seperti itu menandai kualitas sebagai sebuah kota niaga sebagai tempat hiburan dewasa ini, untuk itu dikatakan bahwa "Orang-orang Yahudi berkumpul di sana." Kota kuno bernama Corinth, kota penting di Achaia, wilayah Provinsi Roma. Di kota inilah Paul sedikitnya menghabiskan waktunya selama satu setengah tahun mendakwahkan Bibel yang mendapat penentangan sangat kuat serta kemarahan orang “Yahudi:”

Benarkah waktu nampaknya tidak banyak mengalami perubahan? Saat ini kota-kota besar di Amerika menghadapi masalah yang sama. Kota-kota perdagangan di Amerika Serikat dengan cepatnya menjadi tempat berkembang biaknya korupsi dan segala macam tindak kejahatan. Dapatkah hal itu disebabkan oleh akibat adanya masyarakat "Yahudi" dan pengaruh mereka? Banyak yang heran !

Dalam Strong's Concordance kurang lebih mendefinisikan kata-kata "Jew" dan "Jews" sebagai: "sebuah negeri yaitu, negara orang Judea ." Kata "Jew" dipakai 22 kali di dalam Bibel Perjanjian Baru, King James Version, dan kata "Jews" dipakai 172 kali dan 170 kali dari sumber yang sama #2453 dari definisi "Jew" di atas. Terdapat 6 kali kata jamak "Jews'" dipergunakan dan semuanya dari #2454. Jadi sebanyak 200 kali, kata-kata: "Jew, Jews, dan Jews'" dipakai di dalam Perjanjian Baru, sedikitnya dalam 197 kesempatan menunjuk pada sebuah negeri Judea dalam pengertian sebuah tempat, yaitu sebagai sebuah negeri.

Masalahnya sampai sekarang masih menghantui banyak orang dan mereka seringkali mempertanyakan siapakah sebenarnya mereka ini yang Bibel menyebutnya sebagai "Jew, Jews, dan Jews'"? Mengapa orang-orang ini tidak disebut saja orang “Judea”, Israel," atau "orang Judea yang beragama Judaisme?" Hal ini merupakan masalah yang terjadi dalam masyarakat atas istilah kata-kata tua yang meliputi banyak, banyak, kebohongan dan muslihat. Yaitu sindrom "KETAKUTAN TERHADAP YAHUDI " yang menjangkiti masyarakat dewasa ini.

Kesemuanya itu sebagai hasil daripada apa yang disebut dengan holocaust yang diceriterakan kepada kita lebih dari 10,000 kali, 10,000 bahwa Jerman membakar 6 juta orang Yahudi selama terjadinya Perang Dunia II. Ceritera ini telah menyimpan rasa bersalah yang kompleks atas bangsa Amerika, hingga pada akhirnya kata Yahudi menjadi kata-kata tabu yang tidak bisa diucapkan lagi, dan bilamana seseorang berani mengatakannya, kecuali sebagai suatu penghormatan dan kerendahan hati, mereka akan diserang baik oleh orang-orang Yahudi maupun Kristen.

Namun demikian, kami telah menyiapkan kajian ini untuk membuktikan kepada Anda dan kepada orang Amerika lainnya yang mau berpikir bahwa bagian terbesar orang-orang yang disebut dengan "Jew" atau "Jews" di dalam Bibel, adalah bukan berasal dari Keturunan Israel atau keturunan Judah.

Dengan demikian siapakah mereka ini yang mengganggu lembaran sejarah dalam jangka waktu yang sangat lama? The International Standard Bible Encyclopedia mendefinisikan "Jew" sama seperti yang didefinisikan oleh Strong's #2453 dengan kata-kata sbb: "'Jew' asalnya istilah untuk penduduk asli Judah, (2 Kings 16:6 menunjuk kepada dua suku di Kerajaan Selatan) tetapi kemudian artinya meluas dan meliputi semua keturunan Ibrahim" (James Orr, Volume III, halaman 1675)

Pertanyaan yang kita hadapi di sini adalah SIAPAKAH yang mempunyai kewenangan dan kekuasaan yang: “memperluas artinya mencakup kepada semua keturunan Ibrahim?" Mr. Orr selanjutnya mengatakan dalam definisinya bahwa: "'Jews' (selalu bentuk jamak.) merupakan istilah yang sudah biasa dipakai di dalam Bibel (terutama di dalam Bibel John), Acts, Eph. dll."

Definisi ini bahkan hanya akan menambah kebingungan, permasalahannya, siapa, bagaimana, kapan dan mengapa hal yang membingungkan ini masuk ke dalam masyarakat dan ke dalam Kitab Bibel?. Mengapa, jika istilah "Jew," merujuk kepada bangsa Israel, mereka tidak disebut saja dengan bangsa Israel atau bangsa Judea, yang agamnya Yahudi.?

Merupakan fakta yang tidak bisa diganggu gugat bahwa kata "Jew" baru dipergunakan tahun 1775. Sebelum tahun 1775 kata "Jew" tidak ada di dalam bahasa apapun di dunia ini. Kata "Jew" untuk pertamakali diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris pada abad ke-18 ketika Sheridan menggunakannya dalam sandiwaranya berjudul "The Rivals," Chapter 2, p. 1, "Dia akan mempunyai kulit seperti seorang mumi, dan janggut seorang Yahudi." Sebelum ini penggunaan kata "Jew" kata "Jew" belum menjadi sebuah kata.

Bertentangan dengan apa yang diyakini banyak orang, Shakespeare tidak pernah melihat kata "Jew" maupun menggunakan kata "Jew" di dalam setiap karyanya, meskipun pada umumnya bertentangan dengan keyakinan orang banyak. Di dalam karyanya "Merchant of Venice," V, III, I, 61, Shakespeare menulis sbb: "apa alasannya? Saya seorang Iewe; tidak mempunyai mata seorang Iewe?" Anda melihatnya bahkan tidak ada huruf "j" atau "J" hingga pertengahan abad ke-18. Silahkan Anda lihat ensiklopedia bila ingin membuktikan hal ini.

Dalam Jerome berbahasa latin, Edisi Vulgate Perjanjian Baru abad ke-4, Jesus merujuknya dengan Jamak Genitif "Iudaeus" di dalam Bibel John merujuk kepada referensi catatan kayu salib, "Iudaeorum." Baru pada abad ke-4 Jerome menterjemahkan kepada bahasa Latin naskah Perjanjian Baru dari tulisan bahasa aslinya.

Terjemahan Jerome yang menjadi rujukan sekarang ini, merupakan Edisi Vulgate yang dipakai oleh pihak berwenang Gereja Katholik Roma sekarang. Jesus ditunjuk sebagai seorang yang disebut sebagai "Jew" untuk pertamakalinya di dalam Kitab Perjanjian Baru dalam edisi abad ke-18 dalam bahasa Inggris yang diambil dari terjemahan pertama abad ke-14 Kitab Perjanjian Baru ke dalam bahasa Inggris.

Tidak diragukan lagi bahwa sejarah asal-muasal kata "Jew" dalam bahasa Inggris yang dipakai pada abad ke-18 merupakan “contracted and corrupted” kata dalam bahasa Inggris dari kata "Iudaeus" dalam bahasa Latin pada abad ke-4 yang dimuat di dalam Jerome's Vulgate Edition.

Mengenai hal itu tidak perlu diragukan lagi

Naskah yang ada dari abad ke-4 sampai abad ke-18 dengan akurat menelusuri keaslian sejarah kata “Jew” dan memberikan secara lengkap penjelasan asal-muasal kata “Jew” dalam bahasa Inggris.. Di dalam naskah ini banyak ditemukan semua padan kata bahasa Inggris awal, yang artinya bergeser meluas, sampai abad ke-14 dari abad ke-4 sampai abad ke-18.

Dari bahasa Latin "Iudaeus" ke dalam bahasa Inggris "Jew" bentuk-bentuk dalam bahasa Inggris dimasukkan secara berurutan: "Gyu," "Giu," "Iu," "Iuu," "Iuw," "Ieuu," "Ieuy," "Iwe," "Iow," "Iewe," "Ieue," "Iue," "Ive," "Iew," dan kemudian akhirnya pada abad ke-18, "Jew." Banyak padan kata bahasa Inggris awal untuk kata "Jews" sampai dengan abad ke- 14 adalah "Giwis," "Giws," "Gyues," "Gywes," "Giwes," "Geus," "Iuys," "Iows," "Iouis," "Iews," dan kemudian juga pada akhirnya dalam abad ke-18, "Jews."

Dengan cepat meluasnya penggunaan printing presses yang meningkat secara pesat di Inggris dalam abad ke-18 dan untuk pertamakalinya dalam sejarah Kitab Perjanjian Baru dicetak dengan jumlah yang tidak terbatas. Edisi revisi abad ke-18 dari terjemahan pertama ke dalam bahasa Inggris dalam awal abad ke-14 kemudian disebarkan secara luas ke seluruh wilayah Inggris dan negara-negara berbahasa Inggris lainnya di antara keluarga yang sebelumnya tidak pernah memiliki Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa lain, kecuali bahasa Latin.

Di dalam edisi Kitab Perjanjian Baru abad ke-18 ini dengan merevisi kata "Jew" muncul untuk pertamakalinya di dalam setiap terjemahan bahasa Inggris. Kata "Jew" yang dipergunakan di dalam edisi abad ke-18 sejak saat itu terus dipergunakan di dalam setiap edisi Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris. Penggunaan kata "Jew" pada akhirnya dikukuhkan.

Edisi Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris pada abad ke-18 yang secara umum dikenal adalah Edisi the Rheims (Douai) dan the King James Authorized Edition. Edisi Terjemahan Kitab Perjanjian Baru The Rheims (Douai) ke dalam bahasa Inggris dicetak untuk pertamakalinya pada tahun 1582 akan tetapi kata "Jew" Tidak ada didalamnya.

Otoritas penterjemahan Kitab Perjanjian Baru The King James Version ke dalam bahasa Inggris di mulai pada tahun 1604 dan untuk pertamakalinya diterbitkan pada tahun 1611. Kata "Jew" tidak juga terdapat di dalamnya. Kata "Jew" untuk pertamakalinya muncul di dalam edisi revisi yang dikenal dari kedua terjemahan Kitab Perjanjian Baru tersebut pada abad ke-18.

Edisi revisi abad ke-18 terjemahan ke dalam bahasa Inggris Kitab Perjanjian Baru the Rheims (Douai) dan the King James dibagikan kepada pendeta dan orang biasa ke seluruh dunia yang berbahasa Inggris. Mereka tidak memperhatikan ataupun mengetahui sejarah asal-muasal kata bahasa Inggris "Jew". Mereka menerima kata bahasa Inggris "Jew" mereka hanya menerimanya sebagai bentuk dari bahasa Latin "Iudaeus" dan bahasa Yunani "Ioudaios". Bagaimana mungkin mereka dapat diharapkan untuk mengetahuinya? Jawabannya adalah mereka tidak bisa dan mereka tidak tahu. Kata itu merupakan kosa kata baru bagi mereka.

Ketika seseorang belajar bahasa Latin mereka diajarkan bahwa huruf "I" dalam bahasa Latin bila dipergunakan sebagai huruf pertama di dalam sebuah kata di ucapkan seperti huruf "Y" dalam bahasa Inggris seperti huruf pertama dalam kata "yes," "youth" dan "yacht." Huruf "I" dalam kata "Iudaeus" diucapkan seperti pengucapan "Y" dalam kata "yes," "youth," dan "yacht" dalam bahasa Inggris. Dalam semua Kitab Perjanjian Baru dari abad ke-4 sampai dengan abad ke-18 membentuk untuk abad ke-18 kata "Jew" huruf "I" diucapkan seperti huruf "Y" dalam bahasa Inggris sseperti dalam kata "yes," "young," dan "yacht." Sama benarnya dalam penggunaan kata "Gi" atau "Gy" ketika dipakai menggantikan huruf "I."

Pengucapan kata “Jew” dalam bahasa Inggris modern saat ini merupakan perkembangan baru. Dalam bahasa Inggris dewasa ini huruf "J" dalam kata "Jew" diucapkan seperti huruf "J" dalam kata bahasa Inggris "justice," "jolly," dan "jump."

Kasus ini bermula sejak abad ke-18. Sebelum abad ke-18 huruf "J" dalam kata "Jew" diucapkan persis seperti huruf "Y" dalam bahasa Inggris "yes," "youth," dan "yacht." Hingga abad ke-18 dan bahkan mungkin sebelum abad ke-18 kata "Jew" dalam bahasa Inggris diucapkan seperti kata dalam bahasa Inggris "you" atau "hew," dan kata "Jews" seperti "youse" atau "hews." Pengucapan kata “Jew” saat ini dalam bahasa Inggris merupakan pengucapan baru yang dimulai setelah abad ke-18.

Bahasa Jerman masih tetap mempertahankan pengucapan asli bahasa Latin. Bahasa Jerman "Jude" adalah kata dalam bahasa Jerman sepadan dengan kata “Jew” dalam bahasa Inggris. Huruf "J" dalam bahasa Jerman "Jude" diucapkan persis seperti “Y” dalam bahasa Inggris dalam kata "yes," "youth," dan "yacht." Huruf Jerman "J" padanannya dalam huruf Latin adalah "I" dan keduanya diucapkan persis seperti huruf “Y” dalam bahasa Inggris dalam kata "yes," "youth," dan "yacht."

Kata "Jude" dalam bahasa Jerman sebenarnya merupakan suku kata pertama dalam kata Latin "Iudaeus" dan diucapkan persis seperti itu. Kata "Jude" dalam bahasa Jerman merupakan singkatan dan perubahan atas kata dalam bahasa Latin "Iudaeus" seperti "Jew" dalam bahasa Inggris adalah merupakan contraction and corruption dari kata Latin "Iudaeus." Huruf "J" dalam bahasa Jerman selalu diucapkan seperti “Y” dalam bahasa Inggris dalam kata "yes," "youth," dan "yacht" ketika huruf itu sebagai huruf awal dari sebuah kata. Pengucapan huruf "J" dalam bahasa Jerman "Jude" bukan merupakan pengecualian terhadap pengucapan "J" dalam bahasa Jerman.

Versi paling awal Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris yang sumbernya dari Edisi Latin Vulgate adalah the Wiclif, atau Edisi Wickliff diterbitkan pada tahun 1380. Dalam edisi Wiclif kata Jesus tertera di sana sebagai seorang "iewes." Itu merupakan versi bahasa Inggris abad ke-14 dari bahasa Latin "Iudaeus" dan diucapkan "hew-weeze," dalam bentuk jamak, dan "iewe" diucapkan "hew-wee" dalam bentuk tunggal.

Dalam Edisi Wiclif bahasa Inggris tahun 1380 Bibel John XIX.19, terbaca “ihesus dari Nazareth raja iewes - "ihesus of Nazareth kyng of the iewes." Sebelum abad ke-14 bahasa Inggris mengambil kata-kata dari bahasa Anglo-Saxon "kyng" bersamaan dengan banyak kata-kata bahasa Anglo-Saxon lainnya untuk menggantikan kata-kata bahasa Latin "rex" dan kata bahasa Yunani "basileus." Anglo-Saxon juga berarti "kepala suku - tribal leader."


Terakhir diubah oleh Admin tanggal Wed Nov 19, 2008 6:42 pm, total 1 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Re: Asal-usul Kata Yahudi Dalam Bahasa Inggris   Wed Nov 19, 2008 6:41 pm

Demikian juga di dalam Kitab Perjanjian Baru Edisi Tyndale berbahasa Inggris yang diterbitkan pada tahun 1525 Jesus digambarkan sebagai Seorang "Iewes."

Di dalam Edisi Coverdale yang diterbitkan pada tahun 1535 Jesus juga digambarkan sebagai Seorang "Iewes." Juga di dalam Edisi Coverdale Bibel John, XIX.19, terbaca " Iesus dari Nazareth , raja Iewes - Iesus of Nazareth, kynge of the Iewes." Di dalam Edisi Cranner yang diterbitkan dalam tahun 1539 lagi-lagi Jesus digambarkan sebagai Seorang "Iewes."

Di dalam Edisi Jenewa yang diterbitkan antara tahun 1540-1557 Jesus juga digambarkan sebagai Seorang "Iewes." Di dalam Edisi Rheims yang diterbitkan dalam tahun 1582 Jesus digambarkan sebagai seorang "Ievves."

Di dalam Edisi King James yang diterbitkan antara tahun 1604-1611 juga dikenal sebagai Authorized Version, Jesus lagi-lagi digambarkan sebagai seorang "Iewes." Bentuk kata Latin "Iudaeus" baru digunakan pada waktu terjemahan itu dibuat.

Terjemahan ke dalam bahasa Inggris Bibel John, XIX.19, dari bahasa Yunani dimana aslinya tertulis dan dibaca "Jangan menuliskan ‘raja dari bangsa Judea' tetapi dia Dia Sendiri mengatakan ‘ Sayalah raja” -- Do not inscribe 'the monarch of the Judeans' but that He Himself said 'I am monarch.'"

Di dalam naskah asli Yunani kata "basileus" dalam bahasa Yunani berarti "monarch" di dalam bahasa Inggris dan "Ioudaios" dalam bahasa Yunani berarti "Judeans" di dalam bahasa Inggris. "Ioudaia" di dalam bahasa Yunani adalah "Judea" di dalam bahasa Inggris. "Ioudaios" di dalam bahasa Yunani adalah "Judeans" di dalam bahasa Inggris. Jadi tidak ada alasan untuk kebingungan.

Jika secara umum diterima pemahaman dewasa ini kata dalam bahasa Inggris "Jew" dan "Judean" membawa akibat yang serupa, kesimpulan dan sindiran yang keduanya sesuai pada tempatnya, tidak akan ada bedanya menggunakan kedua kata-kata itu bilamana merujuk kepada Jesus di dalam Kitab Perjanjian Baru atau dimana saja. Akan tetapi akibat-akibatnya, kesimpulannya, yang di bawa oleh kedua kata-kata ini dewasa ini berbeda sebagaimana berbedanya antara hitam dengan putih. Kata "Jew" dalam bahasa Inggris saat ini tidak pernah dianggap sebagai sebuah sinonim untuk kata "Judean" maupun "Judean" dianggap sebagai sebuah kata sinonim untuk "Jew."

Ketika kata "Jew - Yahudi" untuk pertamakalinya diperkenalkan ke dalam bahasa Inggris dalam abad ke-18 hanya ada sebuah implikasi, kesimpulan dan sindiran adalah orang " Judea ."

Akan tetapi selama abad-abad ke-18 s/d abad ke-20, sebuah organisasi yang terorganisir dengan rapih dan dengan dana yang banyak, “kelompok penekan” internasional membuat apa yang disebutnya sebagai “maksud tambahan” untuk kata "Jew" di antara umat manusia yang berbahasa Inggris di dunia. Mengenai "maksud tambahan - secondary meaning" untuk kata "Jew" tidak ada kaitannya sama sekali dengan pengertian asli kata "Jew." dalam abad ke-18.

Ini merupakan sebuah penyajian yang keliru yang dipersembahkan kepada dunia dengan sengaja oleh “kelompok penekan - pressure group” yang terorganisir dengan rapih dan dana yang melimpaj untuk menipu atau membohongi orang-orang Kristen (Fakta adalah Fakta - Facts Are Facts, oleh Benjamin H. Freedman, pp. 15-20) (Dan mengklaim sebuah warisan yang bukan merupakan miliknya - And to claim a heritage that is not theirs). Ini pasti merupakan istilah yang paling benar. Nampak dari semua yang kita baca bahwa Yahudi – Jews - di segala zaman, selalu melakukan yang terbaik seperti yang dilakukan bapaknya, melakukan kejahatan – yaitu berbohong. (John 8:44)

Kata-kata dalam bahasa Yunani yang dipakai untuk "know and knowledge" nampaknya mempunyai sedikit perbedaan konteks atau konsep daripada kata-kata dalam bahasa Inggris sekarang. Dalam bahasa Yahudi dan Yunani kedua kata ini mempunyai pengertian tambahan - "menguasai sepenuhnya - to know fully."

"Ilmu pengetahuan secara ketat merupakan pengertian oleh pikiran atas beberapa fakta atau kebenaran yang berhubungan dengan keadaan sebenarnya... Pengetahuan dibedakan dari ‘pendapat' dengan kepastian yang lebih besar. Dalam pikiran terdapat kemampuan untuk ilmu pengetahuan, dan keinginan untuk memiliki dan meningkatkannya.

“Karakter ilmu pengetahuan berbeda dengan objek-objeknya. Perasaan memberikan kepada ilmu pengetahuan menampakannya ke luar, hubungan intelektual dan alasan-alasannya mengenai penampilannya, dan sampai pada hukum-hukum yang bersifat umum atau kebenaran, kebenaran moral memahami melalui kekuatan yang melekat yang dimiliki oleh manusia yang membedakan benar dan salah di dalam cahaya prinsip-prinsip moral; simpati spriritual...

“Ilmu pengetahuan tertinggi yang cocok untuk manusia adalah ilmu pengetahuan mengenai Tuhan, dan sementara disana terdapat keabadian Tuhan yang lebih penting dari kekuatan pemahaman manusia, Tuhan dapat dikenal melalui tindakan-Nya dimana Dia mengungkapkan diri-Nya dalam penciptaan, dan terutama dalam Jesus Kristus yang dirinya sendiri dengan sempurna mengenal Bapaknya, serta menampakkan diri-Nya kepada manusia … “(The International Standard Bible Encyclopedia, pages 1815-1816)

Masalahnya dengan ilmu pengetahuan adalah bahwa dia dapat "meningkatkan - enlarge" hawa nafsu manusia. St. Paul, yang dikatakan telah mengarang buku 1st Corinthians, menulis kata-kata ini di Bab 8 ayat 1 dan 2:

"...kita tahu bahwa kita semua mempunyai ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dapat menjadikan congkak dan sombong, akan tetapi amal shalih mendatangkan kebaikan. Dan bila seseorang berpikir bahwa mengetahui banyak hal, dia sebenarnya masih belum mengetahui apa-apa yang seharusnya dia ketahui."

Pada bagian ini, Paul menunjukkan, terutama mengenai berbagai ritual pagan yang diberikan kepada berhala dan pengaruh mereka terhadap orang Kristen yang melakukan persahabatn dengan komunitas kafir, tapi konsep ilmu pengetahuannya adalah untuk aplikasi umum. Paul menunjukkan bahwa kesombongan ilmiah merupakan hal yang tidak baik.

Tetapi orang yang memahami bahwa cinta lebih penting daripada ilmu pengetahuan telah mengatasi terhadap "knowing" dan batas-batasnya yang terdapat disitu. Cinta sejati untuk tetangga Anda (orang Israel) memiliki perhatian yang nyata dengan merasakan kepentingan orang lain. Disana akan ditemukan bukti umum ketidaktahuan di dalam diri seseorang dan bukti itu merupakan kecongkakan dari ilmu pengetahuan.. Oleh karena itu mengapa Paul mengatakan, "Dan bila seseorang berpikir bahwa mengetahui banyak hal, dia sebenarnya masih belum mengetahui apa-apa yang seharusnya dia ketahui."

Banyak orang percaya bahwa menggunakan kata-kata ini di sini, karena arogansi dan paksaan orang-orang Yahudi. Yang agamanya Judaisme (Traditisi para orang Bijak Yahudi – sejarahnya waktu itu) dan sikap mereka terhadap "goyim," yaitu orang-orang Israel berkulit putih. Orang-orang Yahudi ini selalu ingin mengontrol dan sedikit banyak ingin berperan .

Orang yang paling banyak mengetahui, adalah seseorang yang menyadari betul kekurangan dirinya dan ketidak sempurnaan ilmu pengetahuan manusia. Kesia-siaan dan kesombongan orang, yang “berpikir” dia mengetahui banyak hal, dia mabuk dalam imaginasinya sendiri, ini merupakan sebuah ciri yang nyata dari orang Yahudi.

Dia harus menguji dirinya sendiri untuk melihat jika dia benar-benar menguasai segala sesuatunya dengan benar. Sungguh merupakan suatu kepastian untuk menetahui suatu kebenaran dan yang lainnya untuk mengetahui kebenaran adalah merupakan sesuatu yang harus diketahui. Ketika kebenaran diketahui dengan pasti hal itu akan pasti meningkatkan ilmu pengetahuan kita. Tuhan berfirman: "Umat-Ku binasa karena tidak punya ilmu pengetahuan (mengapa?) Karena Kamu (Anda) telah (telah) menolak ilmu pengetahuan (oleh karena itu Tuhan berkehendak), Aku juga akan menolak kalian..." (Hosea 4:6)

Laki-laki atau perempuan yang benar-benar mengenal YHWH Tuhan sebenarnya orang Israel diajari dan dibimbing kepada pengetahuan kebenaran yang sebenarnya, dan juga harus hidup sesuai dengan hal itu. Laki-laki dan perempuan dengan pendapat yang sia-sia dan kesombongannya menghalangi keterpimpinan dan atau mendapatkan petunjuk dari Roh Suci.

Ilmu pengetahuan jenis ini tidak dapat dibeli maupun dijual. Kebijaksanaan yang sebenarnya tidak datang dari buku-buku atau berdasarkan pengalaman pribadi seseorang, namun datangnya dari YHWH, Putera-Nya dan Roh Suci-Nya. Bila masalah kata “Yahudi” dan masalah masyarakat tidak diperkenalkan ke dalam masyarakat hal itu mungkin akan berbeda, tetapi masalah itu sudah ada di dalam masyarakat, itu merupakan masalah yang sebenarnya yang hidup dewasa ini untuk Anda dan Saya. Kita harus memndapatkan kebenaran yang sesungguhnya dari Kitab Suci, sejarah, baik yang sekuler maupun berdasarkan Bibel dan dengan membiarkan Roh Suci membimbing kita kepada semua kebenaran, lihat John 14, "Wherefore by their fruits ye shall know them." (Matthew 7:20)

Sekarang marilah kita kembali ke kota Corinth yang keras, komersial dan tidak bermoral, bahwa menurut para ahli, "Yahudi berkumpul di pusat perdagangan ini - Jews flocked to this trade center." (Acts 18:1-18; Romans 16:21; 1 Corinthians 9:20) Di dalam Acts 18 kita dapat menemukan bahwa Paul menghadapi masalah dengan Yahudi secara langsung.

1). Disana ada beberapa orang Yahudi (dan/atau orang-orang Judea), bersama dengan beberapa orang Yunani.

2). Paul berbincang untuk meyakinkan mereka, beberapa menentang dan menghina serta mereka mengatakan kepada Paul bahwa their blood would be on their heads.

3). Beberapa orang Judea beriman kepada Jesus. Di Corinth Yahudi tinggal diantara orang Israel dan Yunani.

4). Orang-orang Yahudi yang merasa terganggu meningkatkan permusuhannya terhadap Paul dalam bentuk huru-hara.

5). Orang-orang Yahudi di tanamkan rasa takut dan membisu di lingkungan orang-orang Corinth, menjadikan mereka takut untuk berbicara mengenai kebeenaran.

6). Yahudi (orang-orang Judea) yang tertipu harus mempunyai seorang guru (Paul) untuk menunjukkan pengetahuan yang lebih sempurna mengenai YHWH dan Kristus.

7). Rupanya semua orang Yahudi tidak menyembah Tuhan.

Cool. Paul didakwa oleh Yahudi di depan Pengadilan Bangsa Romawi.

9). Pengadilan membebaskan Paul dari segala tuduhan

10). Orang-orang Yahudi took their contempt out atas orang lain.

Banyak orang tinggal di Texas dan mereka disebut dengan orang-orang Texas. Tetapi semua orang Texas ini tidak sama suku bangsanya, wilayahnya, atau agamanya. Disana juga terdapat beberapa orang Israel yang sebenarnya (Ibrani) di Texas. Kami yakin bahwa disana juga ada beberapa orang Yahudi Texas juga. How can one tell one from the other.

Mungkin disana seseorang tidak mengetahui caranya, kecuali mereka menceriterakan kepada Anda siapa mereka sebenarnya atau apakah mereka itu atau kita dapat melihat hasil yang membuahkan bukti. Jika seseorang ditanya apakah dia itu seorang Yahudi atau seorang Israel, kita merasa bahwa seoarng Israel sejati akan menceriterakan semua yang diketahuinya mengenai agamanya

Tetapi orang-orang Yahudi, zaman baheula bahkan dewasa ini, mereka hampir selalu takut terhadap kebenaran John 8:44 menjelaskan bahwa bapaknya orang Yahudi adalah Setan, seorang pembohong besar. Nampaknya sifat sebenarnya (bagian dari definisi mengetahui, supra) dari orang Yahudi adalah - trickery - tipu, deception - muslihat dan bohong - lies. Orang Israel yang sebenarnya mengetahui bahwa menurut nalurinya berbohong adalah salah. (Sebagian diambil dari Facts or Facts oleh Benjamin Freedman)

Original source: The Christian Party
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
 
Asal-usul Kata Yahudi Dalam Bahasa Inggris
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.paguyubanpulukadang.forumotion.net :: Berita :: Internasional-
Navigasi: