www.paguyubanpulukadang.forumotion.net


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Kudeta Hancurkan Bangsa
Tue Oct 19, 2010 3:27 pm by Admin

» SBY Bertemu 7 Pimpinan Lembaga Negara di MPR
Mon Oct 18, 2010 3:18 pm by Admin

» Urbanisasi Tak Terbendung, Jabodetabek Makin Kumuh
Thu Oct 14, 2010 3:26 pm by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431H KERUKUNAN KELUARGA BESAR JATON JAKARTA ( KKBJJ )
Mon Oct 11, 2010 9:25 am by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431 H PKBP JABODETABEK
Mon Oct 11, 2010 9:23 am by Admin

» Yang Kami Tolak Bukan Kristen, Tapi Kristenisasi
Thu Sep 23, 2010 6:32 pm by Admin

» 5,4 Juta Komuter Serbu DKI Jakarta Setiap Hari
Thu Sep 23, 2010 6:29 pm by Admin

» Gila! Al Quran Jadi Dibakar di Amerika
Sun Sep 19, 2010 3:49 pm by Admin

» PROJECT BLUE BEAM
Mon Sep 13, 2010 5:55 pm by Admin

» Demokrasi Belum Wujudkan Kesejahteraan dan Keadilan
Sun Aug 15, 2010 7:21 pm by Admin

» Potret Kemiskinan Indonesia 69% Pekerja Ada di Sektor Informal
Fri Aug 06, 2010 2:17 pm by Admin

» Mengenal Lebih Dekat Hepatitis
Wed Jul 28, 2010 11:39 pm by Admin

» Alasan Sesungguhnya Mengapa AS Menyerang Iraq
Tue Jul 20, 2010 11:04 am by Admin

» AS Rahasiakan Obat Kanker dari Buah Sirsak
Tue Jul 20, 2010 9:18 am by Admin

» Politik Anggaran, Prorakyat atau Birokrat?
Mon Jul 19, 2010 5:52 pm by Admin

» Bingung Pastikan Arah Kiblat? Klik Qibla Locator
Sun Jul 18, 2010 8:10 am by Admin

» Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas
Fri Jul 02, 2010 10:03 pm by Admin

» Pasar Taruhan Jagokan Brasil
Fri Jul 02, 2010 3:17 pm by Admin

» Jepang Lawan Paraguay di 16 Besar
Sat Jun 26, 2010 3:46 pm by Admin

» Sinyal Alquran tentang Bintang Runtuh di Pusat Galaksi
Mon Jun 21, 2010 12:04 pm by Admin

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian
Share | 
 

 Dr Yahya Yopie Waloni STH MTH, Mantan Pendeta : Dapat Hidayah Lewat Mimpi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting: 2244
Registration date: 31.08.08

PostSubyek: Dr Yahya Yopie Waloni STH MTH, Mantan Pendeta : Dapat Hidayah Lewat Mimpi   Fri Oct 10, 2008 4:51 am

Dr Yahya Yopie Waloni STH MTH, Mantan Pendeta : Dapat Hidayah Lewat Mimpi



Oleh : Redaksi 09 Oct 2008


[justify]Simak buku "Kebenaran Islam Menurut Mantan Pendeta"
Kalau hidayah Allah sudah datang, tidak ada sesuatu yang mustahil. Hal inilah yang dialami Yahya Yopie. Meski dia adalah mantan pendeta, tetapi bersama keluarga besarnya dia menyatakan memilih Islam. Apa yang membuat dia tertariki masuk Islam? Berikut liputannya.

WARGA di kota Tolitoli di pengujung bulan Ramadan 1427 Hijriah belum lama ini, dihebohkan dengan salah seorang pendeta bersama seluruh keluarganya memeluk Islam. Di mana-mana santer dibicarakan soal Pendeta Yahya Yopie Waloni dan keluarganya masuk Islam. Hari itu baru memasuki hari ke-9 lebaran. Kendati terik panas matahari masih mengitari Tolitoli dan sekitarnya, tetapi denyut aktivitas warga tetap seperti biasa. ( True Story : simak pengakuannya )

Di salah satu rumah kos, pintunya tampak masih tertutup rapat. Di tempat inilah, Yahya Yopie Waloni (36), bersama istrinya, Lusiana (33) dan tiga orang anaknya tinggal sementara.

Yahya bersama istrinya memeluk Islam secara sah pada hari Rabu, 11 Oktober 2006 pukul 12.00 Wita melalui tuntunan Komarudin Sofa, sekretaris Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Tolitoli. Hari itulah Yahya dengan tulus mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah memeluk Islam, nama Yahya Yopie Waloni diganti dengan Muhammad Yahya dan istrinya Lusiana diganti dengan Mutmainnah. Begitupun ketiga anaknya. Putri tertuanya Silvana (8 tahun) diganti dengan nama Nur Hidayah, Sarah (7 tahun) menjadi Siti Sarah, dan putra bungsunya Zakaria (4 tahun) tetap menggunakan nama itu.

MANTAN PENDETA
Mohammad Yahya sebelum memeluk Islam, pernah menjabat ketua Sekolah Tinggi Theologia Calvinis di Sorong tahun 2000-2004. Saat itu juga ia sebagai pendeta dengan status sebagai pelayan umum dan terdaftar pada Badan Pengelola Am Sinode GKI di Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Ia menetap di Sorong sejak tahun 1997. Tahun 2004 ia kemudian pindah ke Balikpapan. Di sana ia menjadi dosen di Universitas Balikpapan (Uniba) sampai tahun 2006.

Yahya menginjakkan kaki di kota Cengkeh, Tolitoli, tanggal 16 Agustus 2006. Hari pertama Yahya pindah di Jalan Bangau itu, orang-orang berdatangan sambil membawa sumbangan. Ada yang menyumbang belanga, kompor, kasur, televisi, Alquran, gorden, dan kursi.

Mereka bersimpati karena Yahya sekeluarga saat pindah dari tempat tinggal pertamanya hanya pakaian di badan. Rumah yang mereka tempati sebelumnya di Tanah Abang, Kelurahan Panasakan adalah fasilitas yang diperoleh atas bantuan gereja. Sehingga, barang yang bukan miliknya ia tanggalkan semuanya.

Penataan interior rumah kos Yahya tampak apik. Di dinding ruang tamu tampak terpampang kaligrafi Ayat Kursi yang dibingkai dengan warna keemasan. Di sisi lain, kaligrafi Allah-Muhammad juga terpampang. Di meja ruang tamu terdapat dua buah Alquran lengkap terjemahannya. Di tengah meja itu, juga masih ada tiga toples kue lebaran.

"Rumah ini saya kontrak sementara. Saya sudah bayar Rp 2,5 juta," rinci Yahya.
Pria kelahiran Manado tahun 1970 ini mengaku sudah bisa melafalkan beberapa ayat setelah beberapa kali diajarkan mengaji oleh Komarudin Sofa. Selain Komarudin, selama ini ia juga mendapat bimbingan dari ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tolitoli, Yusuf Yamani.
"Hanya lima menit saya diajarkan, saya langsung paham. Surat Fatihah saya sudah hafal," ujar Yahya.

KETEMU PENJUAL IKAN
Pak Yahya, begitu sapaan akrabnya, sosok pria yang lahir dari kalangan terdidik dan disiplin. Ayahnya seorang pensiunan tentara. Sekarang menjabat anggota DPRD di salah satu kabupaten baru di Sulawesi Utara. Sebagai putra bungsu dari tujuh bersaudara, Yahya saat bujang termasuk salah seorang generasi yang nakal.

"Saya tidak perlu cerita masa lalu saya. Yang pasti saya juga dulu pernah nakal," tukasnya. Lantaran kenakalannya itulah, mungkin, beberapa bagian badannya terdapat bekas tato. Di lengannya terdapat bekas luka setrika untuk menghilangkan tatonya.

"Ini dulu bekas tato. Tapi semua sudah saya setrika," katanya sambil menunjuk bekas-bekas tatonya itu. Sebelum menyatakan dirinya masuk Islam, beberapa hari sebelumnya Yahya mengaku sempat bertemu dengan seorang penjual ikan, di rumah lamanya, kompleks Tanah Abang, Kelurahan Panasakan, Tolitoli. Pertemuannya dengan si penjual ikan berlangsung tiga kali berturut-turut. Dan anehnya lagi, jam pertemuannya dengan si penjual ikan itu, tidak pernah meleset dari pukul 09.45 Wita.

"Kepada saya, si penjual ikan itu mengaku namanya Sappo (dalam bahasa Bugis artinya sepupu). Dia juga panggil saya Sappo. Tapi dia baik sekali dengan saya," cerita Yahya.

Setiap kali ketemu dengan si penjual ikan itu, Yahya mengaku berdialog panjang soal Islam. Tapi Yahya mengaku aneh, karena si penjual ikan yang mengaku tidak lulus Sekolah Dasar (SD) tetapi begitu mahir dalam menceritakan soal Islam. Pertemuan ketiga kalinya, lanjut Yahya, si penjual ikan itu sudah tampak lelah.

"Karena saya lihat sudah lelah, saya bilang, buka puasa saja. Tapi si penjual ikan itu tetap ngotot tidak mau buka puasanya," cerita Yahya.

MIMPI ANEH
Sampai saat ini Yahya mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan penjual ikan itu. Si penjual ikan mengaku dari Dusun Doyan, Desa Sandana (salah satu desa di sebelah utara kota Tolitoli). Meski sudah beberapa orang yang mencarinya hingga ke Doyan, dengan ciri-ciri yang dijelaskan Yahya, tapi si penjual ikan itu tetap tidak ditemukan.

Sejak pertemuannya dengan si penjual ikan itulah katanya, konflik internal keluarga Yahya dengan istrinya meruncing. Istrinya, Lusiana (sekarang Mutmainnah, red) tetap ngotot untuk tidak memeluk Islam. Ia tetap bertahan pada agama yang dianut sebelumnya.
"Malah saya dianggap sudah gila," katanya.

Tidak lama setelah itu, kata Yahya, tepatnya 17 Ramadan 1427 Hijriah atau tanggal 10 Oktober sekitar pukul 23.00 Wita. Ia antara sadar dengan tidak mengaku mimpi bertemu dengan seseorang yang berpakaian serba putih, duduk di atas kursi. Sementara Yahya di lantai dengan posisi duduk bersila dan berhadap-hadapan dengan seseorang yang berpakaian serba putih itu. "Saya dialog dengan bapak itu. Namanya, katanya Lailatulkadar," ujar Yahya mengisahkan.

Setelah dari itu, Yahya kemudian berada di satu tempat yang dia sendiri tidak pernah melihat tempat itu sebelumnya. Di tempat itulah, Yahya menengadah ke atas dan melihat ada pintu buka-tutup. Tidak lama berselang, dua perempuan masuk ke dalam. Perempuan yang pertama masuk, tanpa hambatan apa-apa. Namun perempuan yang kedua, tersengat api panas.

"Setelah saya sadar dari mimpi itu, seluruh badan saya, mulai dari ujung kaki sampai kepala berkeringat. Saya seperti orang yang kena malaria. Saya sudah minum obat, tapi tidak ada perubahan. Tetap saja begitu," cerita Yahya.

Sekitar dua jam dari peristiwa itu, di sebelah kamar, dia mendengar suara tangisan. Orang itu menangis terus seperti layaknya anak kecil. Yahya yang masih dalam kondisi panas-dingin, menghampiri suara tangisan itu. Ternyata, yang menangis itu adalah istrinya, Lusiana.

"Saya kaget. Kenapa istri saya tiba-tiba menangis. Saya tanya kenapa menangis. Dia tidak menjawab, malah langsung memeluk saya," tutur Yahya.

Ternyata tangisan istri Yahya itu mengandung arti yang luar biasa. Ia menangis karena mimpi yang diceritakan suaminya kepadanya, sama dengan apa yang dimimpikan Mutmainnah.

"Tadinya saya sudah hampir cerai dengan istri, karena dia tetap bertahan pada agama yang ia anut. Tapi karena mimpi itulah, malah akhirnya istri saya yang mengajak," tandasnya. Alhamdulillah, sekarang kita semua bias bersatu dan seiman. (tabloidnurani)

Simak Pembahasannya


Klik disini :http://paguyubanpulukadang.forumotion.net/multy-news-f10/dr-yahya-yopie-waloni-sth-mth-mantan-pendeta-dapat-hidayah-lewat-mimpi-t292.htm


Terakhir diubah oleh Admin tanggal Fri Oct 10, 2008 10:38 am, total 3 kali diubah
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Admin
Admin


Jumlah posting: 2244
Registration date: 31.08.08

PostSubyek: Re: Dr Yahya Yopie Waloni STH MTH, Mantan Pendeta : Dapat Hidayah Lewat Mimpi   Fri Oct 10, 2008 9:57 am

“The Logical of Simple-Kebenaran Islam Menurut Mantan Pendeta”


Author: DR. Muhammad Yahya Waloni


Yang kubaca, buku ini adalah cetakan pertama. Tebalnya 320 halaman, termasuk lembar catatan di belakang. Halaman covernya cukup bagus, judulnya pun dicetak dengan cetak timbul. Berawal dari seorang teman yang meminjamkan buku ini padaku. ”Coba baca deh, isinya bagus .. .”

Sepintas aku lihat-lihat, buku ini khas dengan gaya bicara seorang pendeta. Meletup-letup, bersemangat, bahkan aku bisa bayangkan sang penulis sedang memberikan ceramahnya di depanku sambil mengacung-acungkan tangannya (seperti pak SBY), Cuma bedanya dari SBY sang penulis melakukannya dengan nada suara bersemangat dan meledak-ledak. Kira-kira seperti orang orasi.

Ada 7 bab dalam pembahasan ini. Yang terus terang, ini adalah sebenar-benarnya buku yang pernah kubaca dan mampu ”menelanjangi” konsep keimanan kristen. Bukan dengan membenturkannya dengan Islam, tapi membenturkannya dengan ayat-ayat kitab sucinya sendiri (bibel). Aneh, begitu banyak kontradiksi dalam kitab suci Injil ini (atau setidaknya, kitab suci yang orang-orang ”anggap” sebagai injil). Ada yang bilang, ini bukan injil. Injil yang asli bukan seperti ini. Tapi pada faktanya, kitab ini tetap dikenal sebagai injil. Meskipun, seperti yang kubilang tadi banyak pertentangan, keanehan, ketidaklogisan dari kitab ini.

Konsep ketuhanan Kristen
”Benarkah Kristen ini adalah kelanjutan dari agama Yahudi?” Kalau ditilik dari sejarah peristiwa pen-Tuhan-an Yesus, maka pikiran kita pasti akan kembali pada peristiwa penyaliban yang dilakukan oleh Romawi kala itu. Ketika muncul pertanyaan itu, jawabnya harusnya sederhana, ya .. atau tidak.

Jika Iya, bukankah seharusnya orang Arab dan Bani Israel memeluk Kristen? Peristiwa tentang penyaliban Yesus ini terjadi di daerah Timur Tengah. Bahkan dijelaskan di dalam alkitab, peristiwa penyaliban tersebut sangatlah menggetarkan hati siapa saja yang melihat dan merasakannya. Dalam alkitab dikatakan bahwa ketika Yesus disalib maka tanah terbelah, gempa bumi, dan orang-orang mati bangkit (Lukas 23 : 44-49).

Logikanya sederhana, sekeras hati siapapun ketika sudah melihat dan merasakan peristiwa ini pasti akan beriman. Peristiwa ini terjadi di Yerusalem di negeri Yahudi. Jadi, seharusnya imannya orang Yahudi dan orang Kristen dewasa ini pasti akan sama. Namun pada faktanya, Kristen menuhankan Yesus dan Yahudi meng-Allahkan Yahwe, bukan Yesus.

Jika memang benar kata alkitab, bahwa dunia dan seisinya diciptakan oleh Tuhan hanya dengar firman-Nya, apakah kemudian Tuhan kehilangan kekuatannya sehingga untuk menyelamatkan manusia saja Dia harus turun ke bumi, disalib, dan mati terlebih dahulu untuk menyelamatkan manusia?

Inti dari ajaran Kristen adalah ”penyelamatan” yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada umat manusia. Sehingga premis ”Yesus mati dahulu, barulah tiba penyelamatan kepada semua manusia” adalah harga mati bagi keimanan Kristen (Korintus 5:15, Roma 10:9, dsb; lihat Hal 34). Jika peristiwa penyaliban Yesus sebagai akar keimanan Kristen terbantahkan, maka gugurlah batang dan daun keimanan Kristen dan agama Kristen dewasa ini.

Inti dari keimanan Kristen adalah ”percaya saja!” maka akan selamat. Yesus adalah juru selamat bagi dunia (Yohanes 3:16, Yohanes 14:6, Markus 16:16, dsb). Yang terjadi adalah dogmatika atas nama Agama. Logika tertutup dan akal-budi manusia ditekan. Karena, begitu mudahnya menemukan kontradiksi antara satu ayat dengan ayat injil lainnya jika dogma telah terdobrak dan logika terbuka.

Jika ditilik lebih dalam, ayat-ayat tentang pen-Tuhan-an Yesus dan seputar penyaliban Yesus ini berasal dari Paulus (yang dianggap sebagai Rasul Kristen). Bahkan 99% ayat tentang pen-Tuhan-an Yesus berasal dari Paulus. Siapakah Paulus?

Siapakah Paulus?
Boleh dibilang Paulus adalah tokoh paling terkenal dalam dunia Kristen. Bahkan konon Michael Hart, pengarang buku 100 orang paling berpengaruh di dunia, cukup ragu-ragu untuk meletakkan Paulus di bawah Yesus, mengingat begitu berpengaruhnya ajaran Paulus dibanding Yesus. Aneh bukan?

Semua orang penganut Kristen pasti mengenal Paulus. Karena dalam ajaran Kristen, Paulus adalah rasul yang cerdas, pintar, sabar, dan tegas. Yang entah bagaimana, tiba-tiba dia berubah menjadi seorang yang baik hati setelah sebelumnya dia dikenal sebagai pembunuh dan penjahat. Injil mengatakan bahwa Paulus awalnya adalah penganut Taurat yang fanatik. ”Tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam menaati hukum Taurat aku tidak bercacat” (FILIPI 3 : 6). Namun di samping itu, sejak muda Paulus sangat mengagumi budaya Yunani (helenisme) terutama pelajaran filsafatnya. Sehingga dalam dirinya muncul dua pengaruh yang sangat kuat ini, penganut taurat dan pengaruh filsafat helenisme.

Paulus sediri bukan orang Yerusalem dan bukan orang Nazareth, sehingga hal ini membuktikan bahwa sejak muda Paulus tidak pernah berhubungan secara langsung dengan Isa A.S. Dia bukanlah murid nabi ’Isa dan bukan pula pengikutnya baik di Yerusalem dan di Nazareth.

Dengan demikian, wajar jika terjadi perbedaan yang sangat kontradiktif antara ajaran Paulus dan ’Isa AS. Salah satunya tentang dosa warisan. ’Isa tidak pernah membicarakan sama sekali tentang dosa warisan, sebaliknya ini adalah ajaran Paulus. ”Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang dan oleh dosa itu juga maut. Demikianlan maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semu orang telah berdosa” (ROMA 5 : 12). Contoh lain adalah tentang konsep pengampunan. ’Isa mengajarkan pengampunan dari Tuhan bagi orang yang bertobat melalui ucapan, sikap, dan perbuatan. Sedangkan Paulus mengajarkan pengampunan Tuhan atas dosa-dosa manusia semata-mata karena pengorbanan atau penyaliban Yesus Kristus di kayu salib. Dsb.

Jika demikian, jika Paulus tidak pernah menjadi murid Yesus, jika predikat ”Rasul” adalah sesuatu yang tak pantas bagi Paulus, apakah tidak ada satu orang pun yang mempertanyakan? Ternyata tidak. Injil pun memuat peristiwa ini ketika orang-orang Korintus menanyakan perihal ini kepadanya sehingga membuat Paulus semakin terdesak. Dalam Korintus 9 : 1 – 3 dikatakan :
1. ”Bukankah aku Rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku di dalam Tuhan?”
2. ”Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah Rasul, tetapi bagi kamu aku adalah Rasul, sebab hidupmu dalam Tuhan adalah materai dari kerasulanku”
3. ”Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengkritik aku”.

”Bukankah aku Rasul? .... ” dari ayat ini saja kita sudah tahu bahwa Paulus bukanlah seorang Rasul. Jika dia benar-benar Rasul, maka kalimat ini seharusnya tidak boleh terucap dari mulutnya, sebab secara psikologis dan filosofis makna kalimat ini menunjukkan kesombongan sekaligus perasaan khawatir bahwa rahasianya sebagai Rasul palsu akan terbongkar.

Dari 27 kitab perjanjian baru Kristen, 14 kitab di antaranya adalah surat Paulus. Rasul palsu itu. Sementara itu, seluruh kitab dalam perjanjian baru, adalah karangan. Ada karangan Markus, Matius, Lukas, Yohanes, dll.

Jadi, setelah semua penjelasan di atas, menurut kita bagaimana kebenaran kitab Injil sekarang? Tentu tidak logis, dan maksa banget kalau ada yang mengatakan Injil berasal dari Tuhan.

Konsep Trinitas, dari siapa?
Sesungguhnya konsep Trinitas bukanlah konsep yang diajarkan oleh Yesus / ’Isa AS. Konsep ’Isa adalah tauhid (pengesaan). Adapun konsep trinitas ada dan diperkenalkan oleh Paulus. Perdebatan antara pendukung tauhid / unitarianisme dengan pendukung trinitas tidak kunjung henti. Bahkan diwarnai dengan pertumpahan darah pada abad I sampai abad ke IV.

Sehingga sejarah mencatat, pada tahun 325 Masehi, Kaisar Romawi Konstantin mengundang para pendeta dari berbagai penjuru untuk berkumpul di Nicea (Italia) dalam sebuah kongres. Kongres ini bertujuan untuk menentukan ajaran mana yang akan dipegang dan dipertahankan. Apakah tauhid atau trinitas.

Setelah lama bersidang, di antara 2.048 pendeta yang hadir, 318 pendeta sepakat menerima ajaran Paulus (trinitas) dan 1.730 lainnya tetap berpegang pada ajaran Tauhid ’Isa. Dengan demikian, seharusnya tauhid-lah ajaran yang diakui dan dipegang. Namun karena Konstantin sendiri adalah penganut paganisme, maka tak heran, meskipun harus bertentangan dengan keputusan kongres, Konstantin men-dekrit-kan ke seluruh dunia Kristen bahwa trinitas-lah yang harus dipegang. Inilah tragedi dalam kepercayaan Nasrani yang amat menyedihkan. Sejak keputusan itu, tokoh-tokoh Kristen yang masih mempertahankan ajaran unitarian ditangkap, disiksa, dibunuh karena dianggap golongan sesat. Ketika Rasulullah datang dan menyatakan diri sebagai utusan Allah, yang meneruskan misi Nabi Musa dan ’Isa, mereka memeluk Islam secara massal. Di antaranya adalah raja Habasyah/Ethiopia dan rakyatnya.

Dalam masa pasca kongres Nicea itu pula, ditetapkan :
1. Hari kelahiran Dewa Matahari dijadikan hari sabat Kristen, yaitu hari Minggu.
2. Tanggal kelahiran anak Dewa Matahari, 25 Desember, dijadikan hari kelahiran Yesus.
3. Lambang Dewa Matahari, silang cahaya (salib), menjadi lambang Kristen.

Padahal aslinya, tidak ada yang tahu pasti kapan Yesus lahir.

Demikianlah, aqidah Kristen ini dibangun. Atas dasar imajinasi dan doktrin yang terus menerus dihembuskan kepada para pengikutnya. Karena tanpa itu, akan mudah sekali meragukan kebenaran ajaran Kristen lalu keluar dari Kristen, mengingat sejarah lahirnya Kristen yang suram, sesuram masa depannya.

Allah SWT, berfirman :
”Sesungguhnya kamu akan menjumpai orang-orang yang paling memusuhi orang-orang yang beriman, yaitu Yahudi dan orang-orang musyrik (trinitianisme, paganisme, dan serupanya). Dan sesungguhnya kamu akan menjumpai orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman yaitu orang yang berkata : ”Kami adalah orang-orang Nasrani”. Yang demikian itu, disebabkan di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) mereka tidak menyombongkan diri. Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al-Qur’an) yang telah mereka ketahui (dari kitab mereka sendiri) seraya berkata : ”Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al-Qur’an dan kenabian Muhammad)”.” (Q.S Al-Maidah : 82-83)

Demikian resume sederhana terhadap buku yang luar biasa ini. Masih banyak ilmu yang terkandung dalam buku tersebut jika kita membacanya sendiri dengan penuh perhatian. Semoga buku ini menjadi amal sholeh bagi penulisnya, dan penambah timbangan amal baik bagi penulis dan pembacanya. Semoga dengan ini akan membuka cakrawala berpikir bagi orang-orang yang mau berpikir tentang kebenaran Islam.

Siapakah Yahya Waloni?
embraced to Islam in October 11 2006.
He got a Master degree in 2000 and than holds a Phillosophy Doctor degree from Oikumene Theologic Institute of Manado in 2004.
Before being a muslim he was a former GKI (Indonesian Christian Church) priest /minister at Raja ampat, Sorong kepulauan, West Papua. He was also the head /rector of Eben Haezer CALVINIS THEOLOGIC COLLEGE of Sorong (later known as UKIP) from 1997 untill 2004 ( http://fauzimubarok.multiply.com )



DR Muhammad Yahya Waloni part 1


DR Muhammad Yahya Waloni part 2


DR Muhammad Yahya Waloni part 3
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
 

Dr Yahya Yopie Waloni STH MTH, Mantan Pendeta : Dapat Hidayah Lewat Mimpi

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.paguyubanpulukadang.forumotion.net ::  :: -