www.paguyubanpulukadang.forumotion.net


 
IndeksIndeks  PortalPortal  FAQFAQ  PencarianPencarian  AnggotaAnggota  GroupGroup  PendaftaranPendaftaran  LoginLogin  
Pencarian
 
 

Display results as :
 
Rechercher Advanced Search
Latest topics
» Kudeta Hancurkan Bangsa
Tue Oct 19, 2010 3:27 pm by Admin

» SBY Bertemu 7 Pimpinan Lembaga Negara di MPR
Mon Oct 18, 2010 3:18 pm by Admin

» Urbanisasi Tak Terbendung, Jabodetabek Makin Kumuh
Thu Oct 14, 2010 3:26 pm by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431H KERUKUNAN KELUARGA BESAR JATON JAKARTA ( KKBJJ )
Mon Oct 11, 2010 9:25 am by Admin

» HALAL BIL HALAL 1431 H PKBP JABODETABEK
Mon Oct 11, 2010 9:23 am by Admin

» Yang Kami Tolak Bukan Kristen, Tapi Kristenisasi
Thu Sep 23, 2010 6:32 pm by Admin

» 5,4 Juta Komuter Serbu DKI Jakarta Setiap Hari
Thu Sep 23, 2010 6:29 pm by Admin

» Gila! Al Quran Jadi Dibakar di Amerika
Sun Sep 19, 2010 3:49 pm by Admin

» PROJECT BLUE BEAM
Mon Sep 13, 2010 5:55 pm by Admin

» Demokrasi Belum Wujudkan Kesejahteraan dan Keadilan
Sun Aug 15, 2010 7:21 pm by Admin

» Potret Kemiskinan Indonesia 69% Pekerja Ada di Sektor Informal
Fri Aug 06, 2010 2:17 pm by Admin

» Mengenal Lebih Dekat Hepatitis
Wed Jul 28, 2010 11:39 pm by Admin

» Alasan Sesungguhnya Mengapa AS Menyerang Iraq
Tue Jul 20, 2010 11:04 am by Admin

» AS Rahasiakan Obat Kanker dari Buah Sirsak
Tue Jul 20, 2010 9:18 am by Admin

» Politik Anggaran, Prorakyat atau Birokrat?
Mon Jul 19, 2010 5:52 pm by Admin

» Bingung Pastikan Arah Kiblat? Klik Qibla Locator
Sun Jul 18, 2010 8:10 am by Admin

» Inilah Kisah Ilyas dalam Injil Barnabas
Fri Jul 02, 2010 10:03 pm by Admin

» Pasar Taruhan Jagokan Brasil
Fri Jul 02, 2010 3:17 pm by Admin

» Jepang Lawan Paraguay di 16 Besar
Sat Jun 26, 2010 3:46 pm by Admin

» Sinyal Alquran tentang Bintang Runtuh di Pusat Galaksi
Mon Jun 21, 2010 12:04 pm by Admin

Navigation
 Portal
 Indeks
 Anggota
 Profil
 FAQ
 Pencarian

Share | 
 

 Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan   Thu Nov 06, 2008 12:00 am

Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan

Al Qur'an, Surat Al Qamar (1):1

Yang dimaksud dengan saat di sini ialah terjadinya hari kiamat atau saat kehancuran kaum musyrikin, dan "terbelahnya bulan" ialah suatu mukjizat nabi Muhammad SAW.
Demikian ini gambar bulan yang diambil oleh NASA, perhatikan area yang diberi tanda panah



Lihat ini dari sisi yang lain



Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ?? Di bawah ini adalah kisahnya:

Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:
Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim.

Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.

Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?"

Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ?
Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."

imageMaka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Re: Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan   Thu Nov 06, 2008 12:02 am

Ass wr wb,
Diskusi mengenai “bulan terbelah” marak di internet dalam 2 tahun terakhir ini dan memuncak ketika NASA melansir photo-photo bulan yang memperlihatkan ”tanda-tanda (?)” bulan penah terbelah dan menyatu. Bermula dari satu posting di internet yang menceritakan ”pengalaman” seorang ahli geologi muslim bernama Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar saat presentasi di Univ.Cardif Inggris bagian barat (tidak disebutkan kapan kejadiannya). dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an.

Posting ”bulan terbelah” di internet
Sengaja saya tidak menyalin/mengkopi isi posting tersebut ke web kita ini karena saya kira anda sudah pernah membacanya. Posting itu sendiri menggunakan bahasa indonesia dan penerjemahnya mengaku bernama Abu Muhammad ibn Shadiq. Dihampir semua web yang bernuansa islam terdapat posting ini, dan mudah ditemukan. Namun bagi yang belum pernah membacanya saya singkatkan isi posting ”bulan terbelah” sbb :

Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar mempresentasikan QS Al-Qomar (54) ayat.1 ("Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah ") dan beberapa hadis yang meriwayatkan Nabi Muhammad “membelah bulan” dan alasan nabi melakukannya. Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar.

Salah seorang yang hadir berkebangsaan inggris, seorang mu’alaf bernama Daud Musa Pitkhok (menurut posting di internet ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris), pada kesempatan itu menambahkan pengalamannya saat memutuskan menjadi muslim. Dalam penjelasannya Daud Musa Pitkhok mengatakan sebelum menjadi islam, ia hanyalah seorang pemerhati agama-agama, mempelajari agama-agama termasuk islam. Ketika pertama kali membuka Alquran ia terpaku pada QS Al-Qamar dengan terjemahan bahasa inggris, dan ia ragu dengan kebenaran ayat tersebut, Ia bergumam, apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Maka, Daud Musa Pitkhok pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya (berhenti mempelajari islam) dan ia menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Pada suatu hari (tidak disebutkan kapan), Daud Musa Pitkhok menyaksikan di satu siaran TV (tidak disebutkan siaran TV apa, kapan dan dimana) wawancara antara seorang presenter TV berbangsa inggris dengan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Singkatnya Daud Musa Pitkhok mendengar pengakuan ke tiga orang pakar antariksa AS itu berkata "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali". Daud Musa Pitkhok melanjutkan; setelah mendengar pengakuan pakar antariksa AS di atas, Daud Musa Pitkhok menjadi yakin dengan islam, kemudian ia memeluk islam.
Demikian inti dari satu posting di internet, yang telah membuat ”heboh” banyak orang islam dan juga non islam, khususnya orang Indonesia di internet belakangan ini. Heboh, karena dari posting itu disimpulkan bahwa NASA telah membuktikan kebenaran Al-quran, NASA mengakui bulan pernah terbelah. Banyak para bloger indonesia (tentu yang muslim) menempatkan posting ”bulan terbelah” pada halaman utama blognya.

Posting ”bulan terbelah” di internet ; ceritanya benar terjadi atau bohong (hoax)?

Karena penasaran dengan cerita dalam posting ”bulan terbelah” di internet ini, saya penasaran untuk mencari tahu apakah memang ada nama-nama yang disebutkan di cerita itu. Hasil penelusuran di saya di gogle adalah sbb:
1. Nama yang mirip dengan Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar adalah Prof Zagloul Al Naggar, seorang ahli geologi dan ilmu pengetahuan alam. Websitenya adalah http://www.elnaggarzr.com/Test_fre/English/index_E. Anehnya di websitenya itu tidak ditemukan ceritanya mengenai ”bulan terbelah”.
2. Daud Musa Pitkhok, nama ini mudah ditemukan di internet, dia mualaf tahun 1975 dan pengetahuan islamnya cukup berisi. Namun demikian tidak ada ditemukan dia menulis cerita seperti pada posting tersebut.
3. Anehnya posting ”bulan terbelah” hanya ada di website berbahasa indonesia. Kalau memang benar diterjemahkan dari bahasa inggris pasti akan (banyak) ditemukan di website berbahasa inggris.
4. Untuk sementara saya menganggap cerita dalam posting tersebut adalah bohong alias hoax. Ini sama saja seperti posting ”bintang mawar/rose”. ”kiamat karena tabrakan meteor di bumi”, ”kiamat tahun 2050”, dsbnya.
5. Tidak ada satupun photo-photo Nasa tentang bulan yang menerangkan suatu bekas bulan terbelah.

Apakah bulan pernah terbelah ?

Merujuk pada 6 hadis di bawah ini nampaknya bulan terbelah benar-benar nyata terjadi pada saat Nabi Muhammad masih hidup.
1. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Masud: "Pada masa hidup Nabi saw, bulan terbelah dua dan melihat ini Nabi saw bersabda: "Saksikanlah!" (Sahih Bukhari, juz 4 no 830)"
2. Diriwayatkan oleh Anas: "Ketika orang-orang Mekah meminta Rasulullah saw untuk menunjukan mukjizat, maka Nabi menunjukan bulan yang terbelah." (Sahih Bukhari, juz 4 no 831)"
3. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: "Bulan terbelah menjadi dua pada masa hidup Nabi saw." (Sahih Bukhari, juz 4 no 832)"
4. Diriwayatkan oleh Anas bin Malik: "Orang-orang Mekah meminta Nabi saw untuk menunjukan sebuah mukjizat. Maka Beliau menunjukan bulan yang terbelah menjadi dua bagian, sehingga gunung Hira� itu dapat mereka lihat diantara dua belahannya." (Sahih Bukhari, juz 5 no 208)"
5. Diriwayatkan oleh 'Abdullah: "Diwaktu kami bersama-sama Rasulullah saw di Mina, maka terbelah bulan, lalu sebelahnya berlindung dibelakang gunung, maka sabda Rasulullah saw: "Saksikanlah!" Saksikanlah!" (Sahih Bukhari, juz 5 no 209)".
6. Diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Abbas: "Pada masa hidup Nabi saw bulan terbelah menjadi dua." (Sahih Bukhari, juz 5 no 210)"

Kalau merujuk pada QS Al-Qamar (54) ayat.1 :
"Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah"
Boleh jadi peristiwa besar itu memang terjadi pada saat Nabi masih hidup. Kalau hari kiamat terjadi pada 1 tahun atau 100 tahun atau 1 milyard tahun setelah Nabi Muhammad maka kalimat “telah dekat (waktu) hari kiamat” masih relevan karena bila dibandingkan dengan usia alam semesta kita yang sudah 15 milyad tahun atau usia tata surya kita 5 milyard tahun maka ukuran waktu 1 tahun sampai katatan 1 atau 2 milyard tahun memang sangat singkat. Tetapi dari ayat tersebut boleh jadi juga bulan terbelah akan terjadi ketika/sat terjadi kiamat.

Misalkan peristiwa itu terjadi pada 1400 tahun yang lalu – saat Nabi masih hidup, secara logika peristiwa luar biasa itu akan terekam dalam sejarah dunia, maksudnya terlihat juga di belahan dunia lain, katakan di China atau Mesir yang masyarakatnya sudah relatif maju sehingga ada rekaman tertulis yang mendiskripsikan dengan cukup detail peristiwa itu, tidak hanya disaksikan oleh masyarakat Arab (Madinah) saja.
Anehnya lagi bila dirujuk pada berbagai buku sejarah kehidupan Nabi SAW, baik yang ditulis M. Hussein Haykal, Syaikh Syafiyyur-Rahman dll, Mukjizat pembelahan Bulan itu tidak pernah disebut, beda halnya dengan mukjizat perjalanan Nabi SAW kala Isra' Mi'raj dll.
Konon di China, Jepang dan India terdapat cerita tentang si rembulan yang berubah wujud tapi itu cerita dongengan atau legenda.
Di China ada cerita si bulan yang menjadi bagian dari “Legenda Sun Go Kong”, sebuah cerita paling klasik, paling digemari di negerinya, Cina dan telah mendunia. Dimana pada saat itu, diceritakan, pada salah satu pertarungannya dengan seorang lawan sakti di malam yang dipenuhi cahaya bulan purnama, Sun Go Kong mengeluarkan jurus pamungkasnya dengan merubah dirinya menjadi kera raksasa. Lawannya yang mengetahui bahwa perubahan varian jurus saktinya adalah timbul dari magis bulan, akhirnya menghancurkan bulan tersebut. Sun Go Kong pun kembali ke wujud semula, sebagai kera siluman kecil.
Masih di China, konon kabarnya beberapa waktu yang lalu di negara China ditemukan rumah berumur ribuan tahun dibawah tanah, di dalam rumah itu tertulis "rumah ini dibangun pada tahun terjadi terpecahnya bulan".
Dongeng-dongeng tentang bulan terbelah ini bisa kita dapati pula dalam haiku (dongeng Jepang).
Cerita bulan terbelah dua ada dalam manuskrip hindu di India yang menceritakan bahawa terdapat bulan terbelah dua dan tarikhnya bersamaan dengan kewujudan …
Namun cerita mengenai ini tidak akan kita dapatkan dalam legenda-legenda di Amerika atau Eropa. Kemungkinan terbesar tidak adanya cerita ini adalah pada saat peristiwa tersebut, di belahan bumi tersebut orang-orang memang tidak dapat melihat bulan. Mengapa? apa karena saat itu di belahan dunia sana siang hari?.

Astronomi : Manusia di bumi dapat menyaksikan bulan terbelah bila kedua belahan itu terpisah sejauh 54 km.

Ma’rufin, seorang pakar astronomi di Jogyakarta mengatakan manusia di bumi dapat mengamati dengan mata telanjang bulan terpisah bila kedua belahan bulan itu berjarak 54 km. Penjelasan dan perhitungannya nya sebagai berikut :

Bulan yang terbelah dan terlihat dari Bumi tanpa memakai alat optik apapun (kecuali mata telanjang), memang adalimitasinya. Menurut Halliday & Resnick (Halliday
et.al; 1994; Fisika, edisi ke-2 jilid ke-3;diterjemahkan oleh Silaban, Pantur; Penerbit Erlangga;Jakarta; hal 746),(Note: Pantur Silaban adalah guru besar ilmu fisika ITB, dia cucu murid Eisntein) ada kriteria pembatas yang disebut kriteria Rayleigh, yakni besaran sudut terkecil yang membuat alat2 optik masih bisa memisahkan dua buah benda di kejauhan yang saling berdekatan. Kriteria ini dirumuskan dengan:

sin alfa = 1,22 lambda/D (1)

dengan lambda = panjang gelombang cahaya tampak yang digunakan, dan D = diameter lensa (obyektif) alat optik. Bila pengamat melihat kedua benda di kejauhan terpisah dengan sudut < alfa, ia akan melihat kedua benda itu sebagai benda tunggal akibat efek2 difraksi cahaya. Ini dinamakan efek perspektif. Contoh sederhananya, bila kita berdiri di rel KA, kita akan melihat kedua rel KA yang berjajar itu nampak menyatu di kejauhan.

Karena besar sudut alfa dalam praktiknya sangat kecil (alfa << 10 derajat), maka kita bisa menuliskan : sin alfa = tan alfa = alfa dengan alfa dalam satuan radian. Bila diterapkan untuk sistem Bumi - Bulan, maka didapatkan persamaan :

tan alfa = alfa = d/x (2)

dengan d = jarak pisah antara kedua benda di permukaan Bulan dan x = jarak Bumi-Bulan. Kita gunakan asumsi berikut : pengamatan terhadap terbelahnya Bulan menggunakan mata telanjang (dengan diameter rata2 lensa mata manusia = 5 mm), Bulan berada dalam fase purnama, Bulan terbelah persis di tengah2nya, jarak Bumi-Bulan ada 3 variabel (terdekat = 348.294 km, terjauh = 398.581 km, rata2 = 376.284
km, semuanya dihitung dari permukaan Bumi ke permukaan Bulan. Data diambil dari software Moon Calculator v6.0), panjang gelombang cahaya yang digunakan = 550
nm (diambil dari puncak intensitas distribusi cahaya tampak dari Matahari). Dengan memasukkan nilai2 dalam persamaan (1) didapatkan :

sin alfa = 1,22 x 5,5 . 10e-7/5 . 10e-3 = 0,0001342 radian

karena hasilnya sangat kecil, maka bisa dituliskan alfa = sin alfa. jadi alfa = 0,0001342 radian. Untuk jarak pisah di permukaan Bulan, karena ada 3 variabel jarak, maka ada 3 perhitungan pula.

1. Pada jarak Bumi-Bulan terdekat

x = 348.294 km, maka persamaan (2) menghasilkan d = 46,74 km.

2. Pada jarak Bumi-Bulan rata2

x = 376.284 km, maka persamaan (2) menghasilkan d = 50,49 km

3. Pada jarak Bumi-Bulan terjauh

x = 398.581 km, maka persamaan (2) menghasilkan d = 53,49 km

Maka bisa kita simpulkan dalam proses pembelahan Bulan, jarak minimal antar belahan Bulan agar bisa dilihat terpisah oleh manusia di Bumi adalah 54 km.
Harus dicatat bahwa hasil ini hanya memperhitungkan efek difraksi cahaya semata, tanpa menyertakan pengaruh atmosfer Bumi.

Pendapat Pakar Lembaga Antariksa Penerbangan Nasional (LAPAN).

Majalah internal LAPAN, FOKKAL Volume 7 Nomor 1 2007, memuat tulisan “Benarkah Bulan Pernah Terbelah?” yang diambil dari bebagai sumber..
Sebelumnya di beberapa milis yang saya ikuti, hal serupa pernah di-forward dan pernah saya tanggapi. Kini muncul di majalah internal LAPAN. Saya khawatir, bagi orang luar yang sempat membacanya, spekulasi bahwa bulan pernah terbelah secara fisik dianggap mendapat pembenaran karena dimuat di media terbitan LAPAN, lembaga yang terkait dengan riset antariksa. Karenanya saya perlu mengklarifikasinya.
.
Interpretasi gambar permukaan bulan yang menunjukkan kanal panjang sebagai bukti bahwa bulan pernah terbelah dan kabar seolah-olah ada pakar antariksa dari Amerika Serikat yang pernah ke bulan membuktikannya, bukanlah interpertasi dan informasi yang benar. Lihatlah sumber gambar asli dan penjelasnnya di http://apod.nasa.gov/apod/ap021029.html. Tidak ada penjelasan bahwa itu bukti bulan telah terbelah.
.
Gambar itu hanyalah salah satu kanal sempit (disebut rille) yang dinamakan Ariadaeus Rille. Kanal seperti itu banyak terdapat di permukaan bulan dan bentuknya bermacam-macam, ada yang hampir lurus (seperti Ariadaeus Rille tersebut), ada juga yang berkelok-kelok (seperti Hadle Rille). Panjangnya bisa ratusan km, lebarnya beberapa kilometer, dan dalamnya bisa ratusan meter. Pembentukannya dari proses aktivitas geologis permukaan bulan, bukan karena celah bekas bulan terbelah. Jadi, anggapan bahwa kanal itu adalah bukti bahwa bulan pernah terbelah sangat mengada-ada.
.
Benarkah bulan pernah terbelah? Sejauh ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Mekanisme fisisnya pun sulit dijelaskan, karena kalau pun benda langit bisa saja terbelah atau pecah akibat efek pasang surut planet atau bintang induknya, tetapi tidak mungkin bersatu kembali. Ahli matematika Perancis Edouard Roche menyatakan ada suatu jarak minimum dari planet atau bintang induk yang bila dilampaui akan menyebabkan benda yang mengorbitnya akan pecah. Batas minimum itu dikenal sebagai Limit Roche yang tergantung ukuran dan kekuatan benda langit menahan gaya gravitasi planet. Bulan yang kelihatan kokoh pun akan hancur berantakan bila (karena suatu sebab) melewati Limit Roche-nya, masuk dalam orbit yang jaraknya kurang dari 18.000 km dari bumi. Saat ini (termasuk pada zaman Nabi) bulan masih berada pada jarak yang aman 384.000 km.
.
Saya mempercayai adaya mukjizat Rasulullah yang menunjukkan bahwa bulan terbelah yang dikaitkan dengan asbabun nuzul QS 54:1-2. Tetapi itu tidak harus berarti secara fisik bulan terbelah. Bisa jadi, itu hanya fenomena di atmosfer bumi yang menyebabkan bulan tampak terbelah. Mukjizat memang tidak harus difahami dengan ilmu pengetahuan atau harus dicocokkan dengan logika ilmu pengetahuan. Mukjizat hanya cara menunjukkan kekuasaan Allah yang diberikan kepada Rasul-Nya. Kita harus menyakini adanya, tetapi tidak harus menalar bagaimana hal itu bisa terjadi.
.
Mu’jizat Nabi Musa AS membelah laut Merah, kita yakini benar terjadi karena dibuktikan dalam kisah Nabi Musa dapat menyeberanginya, tetapi kita tidak perlu mengkaji bagaimana mekanisme fisisnya. Mu’jizat Nabi Muhammad SAW membelah bulan juga kita yakini terjadi, tanpa perlu mengkaji proses fisisnya, apalagi terlalu jauh berspekulasi menjelaskan dengan informasi ilmu pengetahuan yang keliru.
.Salam,
T. Djamaluddin
(Peneliti Utama Astronomi dan Astrofisika, LAPAN Bandung).


Demikian ulasan dan komentar saya mengenai ”bulan terbelah”, semoga bermanfaat untuk pencerahan keimanan islam. Atas dasar itu saya menganggap kisah pembelahan Bulan ini tidak jadi soal benar tidaknya, wallahua'lam


Wassalam,
Chairul S.Pulukadang
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Admin
Admin


Jumlah posting : 2244
Registration date : 31.08.08

PostSubyek: Re: Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan   Thu Nov 06, 2008 12:03 am

Manusia Tidak Pernah Mendarat di Bulan?

"One small step for a man, one giant leap for mankind,"

Demikian ucap Neil Armstrong saat mendarat di permukaan bulan bersama Edwin Aldrin dan Michael Collins, 20 Juli 1969 lalu. Kini, hampir 34 tahun setelah Pesawat Ulang Alik Apollo 11 kembali ke bumi, banyak orang meyakini semua yang terjadi adalah kebohongan NASA semata. Bahkan, NASA dituding memalsukan sejumlah misi luar angkasa lainnya.
Kesangsian terhadap misi Mars seakan melengkapi kesangsian terhadap pendaratan dua astronot AS di bulan menggunakan pesawat Apollo 11. Serangkaian dugaan teori konspirasi menyebar luas. Semua keberhasilan pendaratan NASA di bulan dituduh sebagai kebohongan dan manusia pada kenyataannya belum pernah mendarat atau menjejakkan kakinya di bulan.
Di luar lapisan atmosfir bumi terdapat medan-medan radiasi yang sangat berbahaya. Bagaimana mungkin astronot dengan satu lapisan tipis timah di antara lapisan baju astronot bisa aman dari radiasi tersebut. Bahkan saat ketiga astronot tampil kembali setelah kembali dari ruang angkasa, tidak terlihat wajah letih layaknya melakukan perjalanan jauh.
Kejanggalan dalam film ataupun foto yang dilansir NASA mengenai pendaratan di Bulan dikuak sejumlah kalangan. Para fotografer terkemuka mempertanyakan sejumlah foto kunci yang diambil para astronot melalui kamera yang dilekatkan di dada mereka. Sementara pencahayaan menggunakan cahaya alami dari matahari. Beberapa gambar yang dikeluarkan NASA semacam bendera Amerika Serikat (AS) yang berkibar, permukaan bulan tepat di bawah modul pendaratan tanpa kawah, serta adanya perbedaan jalur roda kendaraan dan jejak kaki, tampak sulit untuk dijelaskan.
Keanehan terlihat pada sejumlah foto yang memperlihatkan bayangan benda yang saling bersilangan. Hal itu mengesankan ada berbagai sumber cahaya dan menafikan matahari sebagai satu-satunya sumber cahaya di bulan.
Salah satu foto yang dikritisi adalah foto di mana Edwin "Buzz" Aldrin berdiri dengan matahari menyinari bahu kiri bagian atas. Namun, tampak terlalu banyak detail yang ditunjukkan sisi bagian kanan yang seharusnya gelap terkena bayangan. Bagian itu seharusnya lebih gelap dan tidak terlalu terlihat, mengingat kontras antara terang dan gelap di bulan lebih besar.
Selain itu, dengan tidak adanya atmosfer yang akan menghalangi cahaya di bulan, semua foto seharusnya tampak terang, tegas dan jelas. Namun, permukaan tanah di balik Aldrin justru berangsur gelap, suatu efek yang secara teori seharusnya tidak terjadi di bulan.

Berdalih

NASA tentunya berdalih, efek ketiadaan warna itu dapat terjadi karena film kurang dapat menyesuaikan diri dibandingkan mata manusia. Selain itu objek di bulan tampak semakin gelap jika semakin menjauhi kamera.
Lantas kejanggalan lain adalah objek aneh yang memantul dari helm Aldrin. Sejumlah ilmuwan memperkirakan itu adalah sebuah helikopter, sementara yang lain menduga itu adalah bangunan kaca setinggi 12 meter. Sementara NASA mengaku itu adalah bagian dari peralatan pendaratan di bulan. Kesalahan lain dari foto yang sama adalah Aldrin dalam posisi menghadap kamera dan berlatar belakang matahari. Anehnya helm sang astronot terlihat terang.
Foto yang menunjukkan pendaratan modul di bulan juga tidak memperlihatkan adanya kawah yang seharusnya terjadi di permukaan bulan. Kawah itu (jika ada) yang mencirikan kerasnya semprotan lidah api dari mesin jet pendarat. Bahkan jika memang betul terjadi pendaratan di bulan, debu akan berterbangan termasuk menutupi kaki-kaki penjejak wahana pendarat. Sayangnya foto-foto menunjukkan kaki-kaki wahana tersebut bersih. Yang tampak hanya onggokan debu yang mungkin terbang selama pendaratan.
Hal mengherankan juga terlihat pada foto pendaratan Apollo 11. Terlihat jejak kaki tepat di bawah modul pendaratan, meskipun belum ada siapapun yang berjalan di sana sebelum pesawat ulak alik itu mendarat.
Pertanyaan lainnya adalah mengapa terdapat tulisan "Amerika Serikat" yang terlihat jelas di mana seharusnya merupakan bayangan. Sementara Aldrin sendiri sebelumnya mengatakan tidak ada pantulan cahaya di bulan. Hal itu membuktikan adanya sumber cahaya lain yang digunakan dalam pengambilan foto.

Neil Armstrong juga dikabarkan pernah mendengar suara Azan di Bulan. Jangan-jangan dia memang hanya mengorbit di Bumi ketika film yang sudah disiapkan tengah ditayangkan. Ketika ia berada di suatu titik di atas permukaan Bumi, bersamaan dengan tibanya waktu solat, sehingga wajar ia mendengar azan karena masih berada di atmosfer Bumi.
Para ahli fotografi menduga pemgambilan gambar dilakukan di dalam studio atau foto tersebut memang telah di-retouch.

Sejumlah foto yang diambil dari beberapa misi pesawat ulang alik Apollo tidak pernah menunjukkan adanya cahaya bintang. Ketiadaan atmosfer di bulan seharusnya membuat bintang terlihat. Fakta itu dikonfirmasi Maria Blyzinsky, seorang kurator astronomi di Observatorium Greenwich, London.
Ia memperkirakan, NASA tampaknya tak dapat menciptakan langit dalam studio mereka, sehingga memilih untuk menggelapkan bagian belakang. Namun, NASA sendiri menyatakan ketiadaan cahaya bulan karena sinar matahari terlalu kuat sehingga menghilangkan cahaya dari bintang.
Sejumlah bukti dari pengamatan foto hasil pendaratan misi Apollo telah diungkapkan berbagai pihak, namun AS tak bergeming dan justru akan melanjutkan misi mereka di bulan.
Bahkan Presiden AS, George Walker Bush baru-baru ini mencanangkan visi terbaru ru eksplorasi luar angkasa AS. Visinya antara lain menghendaki program ke bulan sekurangnya pada tahun 2015 atau tidak lebih dari 2020. Program tersebut akan digunakan sebagai batu loncatan untuk misi yang lebih ambisius.
Bush menghendaki adanya serangkaian misi robot ke bulan --serupa dengan Spirit yang mengunjungi Mars-- untuk mengeksplorasi permukaan bulan sekurangnya awal 2008. Misi itu untuk meneliti dan mempersiapkan eksplorasi manusia ke sana.
AS bahkan mencanangkan eksplorasi berawak ke bulan pada 2015 dengan tujuan menampatkan manusia untuk waktu yang lebih lama. NASA diproyeksikan akan memperoleh tambahan dana senilai 12 miliar dolar AS guna mewujudkan program itu.
Akankah langkah selanjutnya menuju bulan membawa loncatan bagi peradaban manusia? Ataukah menuju kebohongan selanjutnya dan harus ditutupi kebohongan lain? Contohnya program perang bintang (Star Wars) yang digagas Presiden Ronald Reagan. Ternyata program tersebut hanya omong kosong yang tidak mungkin untuk diwujudkan.

"One small lies for a man, one giant lies for mankind."

Ternyata Tidak Seorangpun Yang Pernah Ke Bulan

Benarkah Neil Armstrong adalah orang pertama yang menginjakkan kaki dibulan? Manusia pertama mendarat di bulan pada tanggal 20 Juli 1969, jadi mungkin sekarang sudah 35 tahun yang lalu. Dengan segala persiapan yang Amerika yang matang..
Dulu memang aku merasa yakin bahwa rumor tentang pendaratan manusia di bulan adalah Neil Amstrong dengan melihat berbagai photo yang di pajang dalam berbagai majalah.
Tapi rumor itu berubah menjadi suatu ketidakpercayaan yang nyata, setelah menyaksikan tayangan salah satu stasiun TV swasta aku lupa stasiun mana soalnya banyak kerjaan sich yang harus digarap yaa.. jadi sekarang baru keingat.. pada tanggal 6 Desember 2003 kalo gak salah di TV FOX-5.
Ternyata sampai saat ini, detik ini, terbukti bahwa belum ada satupun manusia yang pernah mendarat di bulan. Semua cerita mengenai perjalanan manusia di bulan, bagaimana Neil Amstrong menginjakkan kakinya pertama kali di bulan semua itu hanyalah akal-akalan badan astronomi amerika NASA. Proyek apollo mulai dari apollo 1 hingga apollo ke 16 (mungkin.. lupa ^_^) hanyalah sebuah rekayasa NASA. Mungkin ini membuktikan bahwa Amerika ingin menunjukkan bahwa dirinyalah yang menjadi superior di dunia ini. Dalam acara itu, ditunjukkan fakta-fakta bagaimana "tipuan" supercanggih itu banyaksekali kelemahan dan kengawurannya.
Misalnya :
(1) Dari gerakan para astronauts dan kendaraan yang dipakai di Bulan, sama sekali tidak terlihat mereka berada di ruang hampa anti gravitasi (terlihat jelas setelah gerakannya dipercepat 2x dan 4x).

(2) Bendera Amerika yang berada di Bulan dalam foto terlihat berkibar-kibar (padahal di Bulan tidak ada atmosfer, kok bisa ada angin ?)

(3) Ada pakar Fisika yang mengatakan, sampai sekarang (dengan teknologi yang ada sekarang-pun!) dia tidak yakin manusia akan bisa bebas dari pengaruh radiasi di angkasa luar yang hampa udara itu. Material yang ada sekarang 'belum' menjamin bisa melindungi tubuh dari hal itu. (Ini didukung kesaksian mantan awak SKYLAB Russia yg memberi alasan kenapa Russia tidak pernah mengirim awak ke angkasa luar di luar atmosfer). Foto-foto NASA diuji oleh pakar fotografi ternyata merupakan foto palsu (banyak bukti2 yg dibuat2)

(4) Bayangan foto astronaut/Apollo XI terlihat di banyak titik (spot) yang berarti memakai pencahayaan" dari banyak sumber/angle, sementara sumber cahaya di Bulan seharusnya hanya dari arah Matahari (SUN).
Detektif yang menyelidiki ini juga mati secara misterius dalam kecelakaan mobil, sementara bukti2 yang dikumpulkannya dalam koper hilang misterius sampai saat ini.
Simplenya begini : Apa anda yakin dengan teknologi komputer -- pakai program apa ya?--dan telekomunikasi saat itu (tahun 1969), sudah bisa begitu hebat mengontrol pendaratan langsung (live!) dari Bumi. Sementara ketika Apollo I yang gagal meluncur dan membunuh seluruh astronauts-nya, pernah gagal test karena komunikasi ruang kontrol dan para astronauts tidak "tersambung". Sang astronaut vokal yang akhirnya 'dibunuh' itu bilang begini: "Bagaimana mau komunikasi ke Bulan, komunikasi antar-building (antar-ruang saja) kalian nggak bisa membuatnya dengan baik.” Tragis bukan…??!!!
Aneh, jubir NASA masih juga tega-teganya ngotot kalau alasan-alasan yg dikemukakan orang-orang di atas tak masuk akal. Argumen mereka, kalau memang itu penipuan -- masa sih seluruh orang/karyawan NASA dan mereka yang terlibat proyek ini (yang jumlahnya ratusan ribu) kok bisa-bisanya dibodohin semua? Apa itu masuk akal? Para pengritik NASA (beberapa orang yg dulu mengritik sempat juga 'di-Kopassus'-kan) menantang : kalau memang betul pernah ke Bulan, coba dibuat teleskop super-teliti untuk melihat bahwa bekas-bekas pendaratan (mobil astronauts dan bendera Amerika yang ditinggal di Bulan)? Sampai saat ini memang tidak akan dibuat proyek teleskop itu. Maklumlah, kata sang pengritik, sangat mudah membuat film super-canggih (baca: penipuan besar-besaran) kalau dananya US$ 40 Billions! Sementara, jawabannya barangkali masih harus kita tunggu dengan sabar sampai 2 (tahun) kedepan. Kabarnya para scientists Jepang sudah meluncurkan wahana angkasa luar untuk memotret permukaan bulan secara detail. Apakah memang akan ditemukan "rongsokan" bekas pendaratan Neil Armstrong, dkk serta bendera Amerika, The Stars spangled banner, yang berkibar2 dengan gagah itu? Kita tunggu saja hasil pelacakan para scientists Jepang itu. Ternyata, hanya the Japan/Japanese that can say "NO"!, terhadap penipuan terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://paguyubanpulukadang.forumotion.net
Sponsored content




PostSubyek: Re: Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan   Today at 8:52 am

Kembali Ke Atas Go down
 
Telah dekat datangnya saat itu dan Telah terbelah bulan
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
www.paguyubanpulukadang.forumotion.net :: Dunia Iptek :: Astronomi-
Navigasi: